Dukuh Potrowongsan Andalkan Mural Batik dan Bunga Telang

- Kamis, 27 September 2018 | 20:10 WIB
Sejumlah warga tengah menyelesaikan melukis mural batik di tembak salah seorang warga di Padukungan Potrowangsan Desa Sidoarum, Godean, Sleman, Kamis (27/9). Padukuhan itu akan maju dalam lomba tingkat kabupaten bertajuk Peningkatan Peran Wanita untuk Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). (suaramerdeka.com/Gading Persada)
Sejumlah warga tengah menyelesaikan melukis mural batik di tembak salah seorang warga di Padukungan Potrowangsan Desa Sidoarum, Godean, Sleman, Kamis (27/9). Padukuhan itu akan maju dalam lomba tingkat kabupaten bertajuk Peningkatan Peran Wanita untuk Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Lomba desa yang diselenggarakan Pemkab Sleman yakni Lomba Peningkatan Peran Wanita untuk Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) mampu menjadi rangsangan bagi masyarakat untuk berkreasi. Kreativitas itu dalam beragam bentuk, seperti perbaikan wajah desa, kegiatan ekonomi produktif dan pembangunan fasilitas sosial. Seperti yang dilakukan warga Padukuhan Potrowangsan Desa Sidoarum, Godean, Sleman. Mereka melukis dinding pagar rumah hingga mengubah wajah dusun menjadi lebih indah.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Padukuhan Potrowangsan, Sukiman menjelaskan seluruh elemen masyarakat di kampungnya menyambut antusias lomba desa ini. Mereka bekerja siang malam dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya, pemandangan di gang-gang dusun menjadi indah dan tak jarang warga desa lain yang melintas menyempatkan untuk berswafoto.

Benar saja. Sejak memasuki wilayah Dusun Potrowangsan, mata sepertinya memang selalu dimanjakan berbagai macam mural bertema batik yang terlukis di kanan kiri tembok rumah warga. Tak hanya itu pagar-pagar rumah juga berwarna-warni akibat sapuan cat aneka warna. Bangkitnya kreativitas warga, lanjut Sukiman, tak hanya para pemuda. Namun juga kaum perempuan yang giat membuat taman di setiap RW.

“Setiap RW memiliki taman yang berisi tanaman bunga, sayur dan obat-obatan. Taman ini dibuat oleh ibu-ibu. Mereka mencangkul sendiri, menanam dan merawatnya. Tujuannya bukan hanya untuk keindahan, tapi juga untuk memperbaiki gizi keluarga,” papar dia, Kamis (27/9).

Satu item tanaman yang menjadi andalan padukuhan ini adalah Bunga Telang. Bernama latin Clitoria ternatea, tanaman yang tumbuh merambat ini paling tidak dapat ditemukan satu pot tanaman di setiap rumah. Yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bunganya yang berwarna biru pekat dimana menjadi bahan pewarna alami makanan.

“Sudah setahun terakhir ini saya mendampingi warga di sini untuk pembudidayaan Bunga Telang. Bunga ini cocok sekali sebagai bahan alami membuat makanan. Kandungan antioksidannya cukup tinggi dan sehat bagi tubuh. Bisa dibuat minuman seperti teh atau kue hingga nasi,” sambung Ponirin, petugas dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah 2 Godean.

Kepala Desa Sidoarum, Ganefo Sugiartono menambahkan, pada lomba P2WKSS ini, desanya terpilih mewakili Kecamatan Godean bersama Desa Sidomulyo. Penilaian akan dilaksanakan dua hari dimasing-masing desa secara bergantian mulai 1 sampai 2 Oktober pekan depan.

“Kegiatan Evaluasi P2WKSS ini sasarannya adalah kaum perempuan. Hal tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam serta lingkungan untuk mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia. Program ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan semangat hidup para perempuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dalam hal pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tandas dia.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X