Puluhan Anak Penyu Dilepaskan ke Laut Selatan

- Rabu, 22 Agustus 2018 | 23:17 WIB
Puluhan anak penyu atau tukik dilepasliarkan ke laut di Pantai Kalibuntu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen, Selasa (21/8). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)
Puluhan anak penyu atau tukik dilepasliarkan ke laut di Pantai Kalibuntu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen, Selasa (21/8). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gajah Gunung, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen pertama kali sukses menetaskan puluhan anakan penyu alias tukik di area konservasi wisata Kalibuntu. Sebanyak 70 ekor satwa liar dilindungi tersebut, Selasa (21/8) dilepasliarkan ke habitat aslinya di laut.

Pelepasliaaran tukik yang menetas pada 4 Agustus lalu dilepasliarkan bertepatan dengan dengan Hari Jadi ke-389 Kabupaten Kebumen dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Tampak Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng Ir Suherman, Anggota DPR RI KRT Darori Wonodipuro, dan Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bap3da) Kebumen Djoenedi Faturohman, dan Kepala Dislutkan La Ode Haslan dan Kepala Desa Jogosimo, Sokhibun.

Ketua Pokdarwis Gajah Gunung Kastam mengatakan bahwa proses penetasan telur penyu lengkang atau penyu abu-abu di area konservasi itu dilakukan sejak 20 Juni 2018. Telur penyu yang ditemukan sebenarnya berjumlah 117 biji. Dari jumlah tersebut, yang berhasil diselamatkan dari gangguan hewan predator maupun tangan manusia ada sebanyak 87 telur.

Dari 87 telur yang terselamatkan, kemudian ditetaskan secara alami, yakni dikubur di pasir sedalam 50 cm. Dari jumlah itu yang berhasil menetas 72 telur.

Selang dua hari, ada dua tukik yang kondisi kesehatannya sangat lemah hingga akhirnya mati dan kini yang berhasil bertahan hidup tinggal 70 ekor tukik.

Kastam menambahkan, penyu liar yang hidup di perairan laut selatan di kawasan setempat itu biasanya bertelur pada saat musim dingin atau saat musim kemarau setiap tahunnya. Indukan penyu biasa mendarat untuk bertelur antara bulan Juni hingga bulan September.

"Kemungkinan masih ada lagi penyu yang bertelur. Diperkirakan sampai akhir September mendatang," pungkasnya.

Kastam berharap penyelamatan telur penyu harus dioptimalkan bersama dukungan pemerintah hal itu dikarenakan banyaknya masyarakat yang masih berburu liar telur penyu untuk diperjual belikan padahal pupulasi penyu laut dilindungi dan merupakan hewan yang hampir punah.

Halaman:

Editor: Linda

Tags

Terkini

Berdayakan Umat, NU Kebumen Kembangkan Pertanian

Minggu, 19 September 2021 | 21:50 WIB

Banyak Petani Frustasi, Pemerintah Beri Pelatihan

Minggu, 19 September 2021 | 19:20 WIB

Pola Vaksinasi Jemput Bola, Sediakan Ayam untuk Hadiah

Minggu, 19 September 2021 | 15:35 WIB

HUT Ke-76, PMI Sleman Siapkan Berbagai Inovasi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:45 WIB

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X