Polemik Seragam Sekolah, Bupati Blora Minta Tidak Memberatkan Orang Tua Murid 

- Senin, 9 Agustus 2021 | 06:15 WIB
Bupati Blora Arief Rohman (suaramerdeka.com / dok)
Bupati Blora Arief Rohman (suaramerdeka.com / dok)

BLORA, suaramerdeka.com – Klimaks sudah persoalan “pengadaan” seragam di sejumlah SMPN di Blora, menyusul Bupati Blora, H Arief Rohman turun tangan.

Intinya, Bupati minta pihak sekolah tidak memberatkan orang tua murid dalam hal seragam sekolah itu.

Hal itu dikemukakan orang nomor satu di Blora dalam rapat di  Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sabtu (7/8/2021).

Rapat dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kepala Sekolah dan Ketua Komisi D DPRD Blora.

Baca Juga: Rangkaian Dies Natalis Ke-60, Fakultas Kedokteran Undip dan Medyc Ringankan Masyarakat Terdampak Covid-19

Bupati Blora meminta persoalan seragam sekolah dikembalikan ke orang tua murid. Pasalnya sekolah dilarang untuk ikut campur dalam pengadaan seragam sekolah

“Kami perintahkan ke dinas pendidikan, MKKS dan seluruh kepala sekolah, pengadaan seragam sekolah ini dikembalikan ke orang tua murid, karena ketentuannya tidak boleh,”  tandas Bupati.

Sekolah juga diharap Bupati untuk tidak memberatkan orang tua murid terkait biaya seragam sekolah

“Jika sekolah sudah terlanjur kemahalan, selisihnya dikembalikan. Jangan memberatkan orang tua yang tidak mampu,” tegasnya.

Baca Juga: Orang Tua Meninggal Karena Covid-19, Tiffani Dapat Perhatian Hendi 

Ditambahkan Bupati, pihaknya akan membantu murid-murid yang kurang mampu, asalkan dalam survey benar-benar orang yang layak dibantu. 

“Anak yang tidak mampu, anak miskin akan kita bantu,  apalagi yang berprestasi. Asal datanya jelas, benar-benar miskin sesuai survey, bisa lewat baznas. Tentunya pemerintah hadir untuk itu,” imbuhnya.

Untuk seragam batik, Arief juga mengajak para Kepala Sekolah untuk menggunakan batik lokal karena akan membantu sektor UMKM lokal. Sementara itu Juga Diknas hendaknya membuat call center untuk aduan. 

“Untuk kain batik ke depan menggunakan konten lokal. Kalau beli batik jangan beli di luar Blora. Kalau memakai lokal bisa membangun ekonomi lokal. Kalau bisa diknas membuat call center, jika ada aduan terkait pendidikan bisa langsung merespon,” tandasnya.

Baca Juga: Rangkaian Dies Natalis Ke-60, Fakultas Kedokteran Undip dan Medyc Ringankan Masyarakat Terdampak Covid-19

Sementara itu atas “penyelesaian” yang disampaikan Bupati Arief, Singgih Hartono selaku LSM Ampera ketika dihubungi Minggu (08/08/2021), menyatakan akan memantau proses pengembalian termasuk berapa besar.

‘’Kami akan segera berkirim surat ke Diknas tentang keputusan pengembalian sebagian nilai pengadaan seragam sekolah itu kepada para orang tua muris. Surat akan kami tembuskan ke DPRD, Bupati, dan Ketua LSM Ampera di Jawa Tengah,’’ papar Singgih yang juga mantan anggota DPRD Blora itu.

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X