Puluhan Jenis Ikan Berbahaya Dimusnahkan

- Selasa, 7 Agustus 2018 | 16:12 WIB
Foto: Dictio
Foto: Dictio

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Seiring berakhirnya masa kerja posko penyerahan jenis ikan berbahaya/invasif (Jabi), Selasa (7/8), Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta melakukan pemusnahan terhadap 25 ekor ikan.

Jenis ikan yang dimusnahkan ini terdiri dari 13 ekor alligator, dan 12 ekor sapu-sapu. Pemusnahan dilakukan dengan cara diberi cairan minyak cengkeh, dan ditunggu kurang lebih 30 menit. Setelah ikan mati selanjutnya dikubur.

Kepala Stasiun KIPM Yogyakarta Hafit Rahman menerangkan, pemusnahan ini berpedoman pada pasal 3 ayat 5 Peraturan Menteri LKH Nomer P.94/MenLHK/Setjen/Kum 1/12/2016. "Ikan-ikan itu diserahkan secara sukarela oleh masyarakat. Warga yang masih menyimpan jenis ikan berbahaya dan invasif bisa menyerahkannya kepada lembaga atau instansi yang menangani konservasi," kata Hafit.

Berdasar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomer 41 Tahun 2014, terdapat 152 jenis ikan yang tergolong berbahaya atau invasif. Untuk mencegah semakin meningkatnya peredaran jenis ikan tersebut, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. Sebelumnya, BKIPM telah melaksanakan sosialisasi dengan mengundang berbagai stakeholder dari pihak pemilik, kolektor, dan pedagang ikan termasuk instansi terkait.

Sasaran kegiatan sosialisasi itu agar semua elemen bersama-sama bergerak untuk mengendalikan penyebaran jenis ikan berbahaya dan invasif. Saat ini diyakini peredaran Jabi cukup masif di kalangan masyarakat baik untuk diperdagangkan sebagai ikan hias, koleksi/hobi, dan pemancingan. Jenis ikan berbahaya bahkan telah masuk ke berbagai perairan umum termasuk di Yogyakarta. 

"Ikan tersebut berbahaya jika sampai masuk ke perairan umum karena bisa merusak ekosistem, dan mengakibatkan kepunahan ikan jenis endemik. Sebagian Jabi bahkan berbahaya bagi manusia," paparnya.

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

Pengurus Cabang IAKMI Se-Jateng Dilantik

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:45 WIB

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X