Budi Daya Padi Gogo Upaya Diversifikasi Pertanian Tembakau, Dukung Konsep Natural Farming

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 17:58 WIB
WEBINAR MTCC: Ketua MTCC Unimma Retno Risdjijati (kiri) saat mengikuti webinar. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
WEBINAR MTCC: Ketua MTCC Unimma Retno Risdjijati (kiri) saat mengikuti webinar. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

 

MAGELANG, suaramerdeka.com - Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) dan Forum Tani Multikultur mendukung optimalisasi budi daya padi gogo sebagai upaya diversifikasi pertanian tembakau.

Ketua MTCC Unimma, Retno Risdjijati menyebut budi daya padi gogo bisa dilakukan di lahan kering atau dataran tinggi. Bahan pangan ini juga minim penggunaan pestisida dan pupuk kimia, sehingga mendukung konsep natural farming.

"Petani dapat melakukan budi daya berbagai komoditas, terutama bahan pangan, yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing menuju peningkatan kesejahteraan yang maksimal," katanya dalam pengantar webinar, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Tiga Pendaki Gunung Ungaran Berhasil Ditemukan Selamat, Sempat Tersesat dan Hilang Kontak Selama Dua Hari

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Totok Agung Dwi Haryanto menerangkan, padi gogo ditanam di lahan kering yang tidak membutuhkan irigasi, tetapi tetap membutuhkan air. Sehingga, tanaman ini layak ditanam saat musim penghujan tiba.

Lebih lanjut Totok mengusulkan pola tanam yang bisa dikembangkan melalui tembakau dan padi gogo, yakni menanam tembaku dulu, setelah panen lantas menanam padi gogo, atau sebaliknya. Pola ini dilakukan bukan dalam satu tahun, tetapi dua tahun.

Kendati demikian, Totok mengakui tanaman tersebut tidak populer karena daya hasilnya rendah, mutunya rendah, rasa nasinya pera (tidak pulen), dan tidak banyak yang wangi.

"Persoalan usaha tani padi gogo ini, di on farm, bagaimana memperbaiki mutu varietas, sehingga daya hasilnya meningkat, tetap toleran kekeringan, mutu panennya mencari sama seperti padi sawah, seperti aromatik, rasa nasinya pulen.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X