Merapi Siaga, Awan Panas Meluncur Sehari 6 Kali

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:51 WIB
GUGURAN AWAN PANAS : Guguran awan panas ke arah Sungai Gendol diambil fotonya oleh perangkat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)
GUGURAN AWAN PANAS : Guguran awan panas ke arah Sungai Gendol diambil fotonya oleh perangkat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sepanjang Kamis (5/8) hingga pukul 12.00 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan 6 kali awan panas guguran.

Dari hasil pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas itu semuanya mengarah ke barat daya dengan jarak luncur paling jauh 2 km. Jarak guguran itu masih dalam radius aman untuk sektor barat daya yakni maksimal 5 km.

Oleh karenanya, sampai saat ini status Merapi masih dinyatakan level Siaga.

Baca Juga: Widyo Marbot Masjid Senang Terima Kaki Palsu Baru Bantuan PLN-IZI Jawa Tengah

"Pada hari ini sampai siang teramati 6 kali awan panas guguran. Satu guguran awan panas berlangsung pada pukul 04.49 WIB, sedangkan lima kejadian lainnya tercatat di seismogram antara pukul 06.00 hingga 12.00 WIB," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Kamis (5/8).

Selain awan panas, terpantau pula guguran lava pijar sebanyak 6 kali yang mengarah ke sisi barat daya. Luncuran lava terjauh adalah 2 km.

Kejadian awan panas pada Kamis (5/8) kemarin mengalami sedikit peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Sepanjang Rabu (4/8) hanya tercatat satu kali awan panas guguran ke barat daya sejauh 1,4 km.

Baca Juga: Vaksinasi Merdeka Candi Diserbu, Warga Akui Vaksin Penting untuk Urus Ini ItuBaca Juga: Vaksinasi Merdeka Candi Diserbu, Warga Akui Vaksin Penting untuk Urus Ini Itu

Sementara untuk data deformasi, BPPTKG melaporkan laju rata-rata pemendekan dalam kurun tiga hari sebesar 11,2 cm per harinya.

"Status Merapi masih Siaga. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," pesan Hanik.

Pihaknya juga merekomendasikan agar aktvitas wisata pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Merapi ditiadakan. Termasuk pula kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Merapi dalam zona KRB III diminta untuk dihentikan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa MAN Purbalingga Diminta Teladani Nabi Muhammad

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:05 WIB

Ajakan Warga Mangunan Jaga Hutan lewat Tradisi Kenduri

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:32 WIB
X