Terlibat Kredit Fiktif, Anggota DPRD SN Rugikan Negara Rp11,6 Miliar

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 16:38 WIB
BARANG BUKTI: Tim Polres Magelang menunjukkan barang bukti kasus kredit fiktif yang melibatkan anggota DPRD Kota Magelang. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
BARANG BUKTI: Tim Polres Magelang menunjukkan barang bukti kasus kredit fiktif yang melibatkan anggota DPRD Kota Magelang. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

 MAGELANG, suaramerdeka.com - Anggota DPRD Kota Magelang berinisial SN (42) menjadi tersangka kasus penipuan uang di PD BPR Bank Bapas 69 Magelang. Modus tersangka dengan mengajukan pinjaman atau kredit fiktif telah merugikan negara senilai Rp 11,6 miliar.

"Kami tetapkan tersangka, saudara SN, mantan Cluster Manager PT Indonusa Telemedia Magelang dan juga anggota DPRD Kota Magelang," ujar Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Muhammad Alfan pada konferensi pers di Polres Magelang, Rabu (4/8/2021).

Alfan menjelaskan SN, atas nama perusahaannya, mengajukan perjanjian kredit untuk para karyawannya dengan Bank Bapas 69 dalam kurun waktu Mei 2018 sampai Juli 2020. Namun, audit internal oleh bank terkait menungkapkan, dari 300 orang yang tercantum, 251 orang bukan karyawan PT Indonusa Telemedia.

Baca Juga: YIA Jadi Bandara Pertama di Indonesia Peroleh Sertifikasi Greenship Building

"Ada 300 nama yang dicantumkan sebagai karyawan. Namun, berdasarkan audit internal Bank Bappas 69 ditemukan 251 nama bukan karyawan PT Indonusa Telemedia," ungkapnya.

Hasil penyelidikan, kata Alfan, menunjukkan nama-nama fiktif tersebut adalah para suruhan SN untuk berpura-pura menjadi karyawan di perusahaannya. Setiap orang mengajukan kredit sebesar Rp50 juta. Berdasarkan hasil audit, kerugian yang ditanggung negara sebesar Rp11.687.956.665.

"Tersangka menyuruh karyawannya saudari NI, KN, dan FE mencari orang-orang yang akan mengaku sebagai karyawan. Setelah didapatkan, dibuat beberapa dokumen palsu bahwa mereka karyawan, kemudian mengajukan pinjaman sesuai dengan kerja sama PT Indonusa Telemedia dan Bank Bapas 69," terangnya.

Lebih lanjut Alfan mengatakan para suruhan tersebut mendapat imbalan uang Rp1 juta - 1,5 juta. Sedangkan uang pinjaman digunakan SN untuk membeli empat buah bidang tanah, membayar bunga, dan angsuran pinjaman kredit.

Baca Juga: Garena Apresiasi Greysia/Apriyani, Hadiahi Diamond Free Fire Gratis Seumur Hidup

SN dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno membenarkan kalau SN merupakan anggota DPRD Kota Magelang sejak terpilih pada Pileg 2019 dari Partai Perindo. Namun, sejak bulan April 2021 SN mengajukan pengunduran diri sebagai wakil rakyat.

“Bulan April saudara SN mengundurkan diri dengan alasan tertentu. Saat ini posisi saudara SN akan diisi oleh pengganti antarwaktu (PAW) dari partai yang sama. Proses PAW sudah berjalan sejak bulan April dan dalam waktu dekat akan dilantik,” jelasnya.

Dia mengaku. mengaku prihatin apa yang terjadi pada SN. Meski begitu, sebagai teman pihaknya merasa perlu ada dukungan moral terhadap yang bersangkutan.

“Saya juga minta teman-teman anggota dewan untuk tetap menjenguk yang bersangkutan,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X