Warga Dororejo Pati Tanam 50 Ribu Bibit Mangrove Hasil Budidaya, Demi Perbaiki Ekosistem Pesisir yang Rusak

- Rabu, 7 Desember 2022 | 20:54 WIB
Hutan mangrove rusak di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati ditanami dengan 50 ribu bibit mangrove produk warga.  (SM/dok)
Hutan mangrove rusak di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati ditanami dengan 50 ribu bibit mangrove produk warga. (SM/dok)

 

PATI,suaramerdeka.com - Paling tidak, 90% hutan mangrove di pesisir pantai utara Jawa dalam kondisi rusak.

Padahal, hutan mangrove memiliki fungsi sangat penting, seperti mencegah abrasi, sebagai tempat pemijahan ikan/kepiting.

Sebagai paru-paru yang mampu mencegah dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Melihat arti penting hutan mangrove, warga Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati melakukan penanaman 50 ribu bibit mangrove jenis Avicennia di hutan mangrove setempat, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Rekomendasi 8 Destinasi Wisata Hutan Mangrove, Tapi Jangan Datang Tengah Malam Kalau Tidak Ingin Ini Terjadi

Dalam acara penanaman yang diinisiasi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun dan Kelompok Kebun Bibit Rakyat (KBR) Saka Utama Tani tersebut, ditanam bibit mangrove produk Kelompok Saka Utama Tani.

Bibit tersebut dikembangkan di kebun bibit rakyat milik kelompok yang didukung penuh oleh BPDAS Pemali Jratun.

Dukungan untuk produksi 50 ribu bibit mangrove itu berupa dana, pendampingan, dan berbagai keperluan lain.

Baca Juga: Gunung Semeru Jadi Favorit Pendaki, Ada Larangan Harus Dipatuhi Demi Menghindari Kejadian Tidak Diinginkan

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X