Bukan Solo, Ternyata Ini Lho Kota Tertua di Jawa Tengah, Usianya Sudah di Atas 1000 Tahun

- Rabu, 7 Desember 2022 | 08:56 WIB
Gerbang tol Salatiga, salah satu kota tertua di Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)
Gerbang tol Salatiga, salah satu kota tertua di Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Meski Solo atau Surakarta sudah ada sejak lama karena merupakan wilayah dari Kerajaan Mataram, tetapi bukan kota ini yang tertua usianya di Jawa Tengah.
 
Dikutip dari Wikipedia, Surakarta adalah pewaris Kerajaan Mataram Islam yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti 1755 dan jadi kediaman Susuhunan Pakubuwana dan Adipati Mangkunegara.
 
 
Setelah berdirinya Republik Indonesia 17 Agustus 1945, pada 1 September 1945 Sinuhun Paku Buwana XII mengeluarkan maklumat Nagari Surakarta Hadiningrat mendukung pemerintah RI.
 
Berkembangnya gerakan antimonarki di Surakarta serta kerusuhan, penculikan dan pembunuhan pejabat-pejabat Daerah Istimewa Surakarta, maka pada 16 Juni 1946 pemerintah membekukan status Daerah Istimewa yang dimiliki Surakarta.
 
 
Setelah Karesidenan Surakarta dihapuskan pada 4 Juli 1950, Surakarta menjadi kota di bawah administrasi Provinsi Jawa Tengah.
 
Jadi, sebenarnya bukan Solo yang menjadi kota tertua di Jateng karena keberadaannya menjadi Kota Solo diakui pemerintah pada 1946.
 
Lalu, di mana kota tertua di Jateng jika bukan Kota Solo.
 
 
Dikutip dari Salatiga.go.id, Kota Salatiga yang terletak di lereng Gunung Merbabu merupakan kota tertua di Jateng.
 
Berdirinya Kota Salatiga didapat dari Prasasti Plumpungan yang ada di Desa Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo.
 
Dalam prasasti itu tertulis ketetapan hukum tentang suatu tanah perdikan bagi Desa Hampra.
 
 
Prasasti Plumpungan ditulis dalam bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno dibuat pada 24 Juli 750 Masehi.
 
Tanggal yang tertulis dalam prasasti itu kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Salatiga.
 
Dengan demikian, Kota Salatiga saat ini telah menginjak usia 1.271 atau menjadi kota tertua di Jateng.
 
 
Selain Kota Salatiga, ada juga kota tertua di Jateng yang usianya sudah di atas seribu tahun.
 
Kota Magelang saat ini sudah berusia 1.115 tahun berdasarkan Prasasti Mantyasih yang ditemukan di Desa Mateseh, Magelang Utara.
 
Prasasti yang berasal dari zaman Kerajaan Mataram Kuno itu disebutkan adanya Desa Mantyasih dan Desa Glangglang.
 
Mantyasih kemudian berubah menjadi Meteseh, dan Glangglang menjadi Magelang.
 
 
Prasasti itu tertulis angka 829 Saka bulan Saitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringelan Tungel, Pasaran Umanis hari Senais Scara atau Sabtu.
 
Dengan kata lain, Sabtu Legi tanggal 11 April 907.
 
Tanggal inilah yang ditetapkan sebagai hari jadi Kota Magelang, yakni 11 April 907.
 
Tidak hanya Kota Salatiga dan Kota Magelang yang berusia tua, masih ada daerah di Jateng yang usianya di atas 500 tahun.
 
 
Adalah Kabupaten Pati, salah satu daerah di wilayah pantura Jateng usianya sudah mencapai 698 tahun.
 
Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1950, hari jadi Kabupaten Pati ditetapkan pada 7 Agustus 1323, atau berusia 698 tahun.
 
Penetapan hari jadi Kabupaten Pati itu didasarkan pada catatan sejarah terkait perpindahan Kadipaten Pesantenan ke Kadipaten Pati pada zaman pemerintahan Adipati Jayakusuma sebelum Kerajaan Majapahit.
 
Selain itu juga ada Kabupaten Demak yang merupakan salah satu kabupaten tertua di Jateng.
 
 
Hari jadi daerah yang mendapat julukan Kota Wali ini ditetapkan pada 28 Maret 1503.
 
Penetapan hari jadi Kabupaten Demak didasarkan pada peristiwa penobatan Raden Patah menjadi Sultan Bintoro atau raja Kesultanan Demak.
 
Kota di wilayah pantura Jateng yang usianya bisa dibilang tua adalah Kota Semarang dan menjadi ibukota provinsi ini.
 
Hari jadi Kota Semarang ditetapkan pada 2 Mei 1547, dan saat ini telah berusia 475 tahun.
 
 
Penetapan hari jadi Kota Semarang mengacu pada catatan sejarah terkait penetapan Semarang sebagai kadipaten atau daerah setingkat kabupaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang.
 
Terakhir kota yang usianya tua di Jateng adalah Kota Tegal.
 
Dilansir dari situs resmi Pemkot Tegal, 12 April 1580 ditetapkan sebagai hari jadi Kota Tegal dan dimuat dalam Perda No 5 Tahun 1988.
 
Tanggal tersebut bertepatan dengan pengangkatan Ki Gede Sebayu sebagai Demang atau pemimpin daerah karena keberhasilannya membangun kota Tegal.
 

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X