Yakin Jawa Tengah Masih Bakal Dilirik Calon Investor di Tahun Gelap? Ini kata Bank Indonesia

- Kamis, 1 Desember 2022 | 12:15 WIB
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Firdaus Muttaqin dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Semarang, Rabu 30 November 2022. Upaya mendorong investasi untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi juga terus dilakukan.. (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Firdaus Muttaqin dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Semarang, Rabu 30 November 2022. Upaya mendorong investasi untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi juga terus dilakukan.. (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)
 
SEMARANG, suaramerdeka.com - Tahun 2023 diprediksi bakal jadi tahun gelap karena penuh dengan ketidakpastian akibat tekanan ekonomi global.
 
Presiden Joko Widodo pun menyatakan banyak negara pusing akibat kondisi global ini termasuk di tahun 2023 nanti yang diramal bakal gelap.
 
Investasi menjadi salah satu yang harus digenjot untuk mendorong perekonomian termasuk menarik kepeminatan investor di tahun gelap nanti.
 
 
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Firdaus Muttaqin mengungkapkan, investasi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2022.

Selain investasi, ada konsumsi rumah tangga, dan juga ekspor yang tumbuh positif.
 
Kinerja konsumsi rumah tangga tetap kuat seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
 
Peningkatan investasi terutama didorong percepatan Program Strategis Nasional (PSN) dan perluasan pembangunan pabrik oleh sektor swasta.
 
 
Selain itu, ekspor masih tumbuh positif seiring permintaan global yang masih terjaga.
 
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah pun memproyeksikan, pada 2023 nanti provinsi Jateng masih dilirik para calon investor.
 
"Terlebih lagi, dengan kesiapan sejumlah kawasan industri yang akan menyambut kedatangan para calon investor," kata Firdaus.
 
Pada pelaksanaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2022 kemarin, mampu menarik kepeminatan investasi sebesar Rp19,47 triliun. 
 
 
Menurut Firdaus, total kepeminatan investasi tersebut melengkapi angka realisasi investasi di Jateng yang mencapai Rp44,99 triliun hingga triwulan III-2022.  
 
Firdaus menjelaskan, melalui Koridor Ekonomi Investasi Perdagangan dan Pariwisata Jateng itu pihaknya bersama pemprov secara aktif menarik investasi potensial.
 
Termasuk, memberikan fasilitas promosi investasi di dalam maupun luar negeri.
 
"Bank Indonesia Jateng searah dengan kebijakan Bank Indonesia pusat akan melakukan kebijakan stabilisasi harga, tetapi tetap akan melakukan kebijakan yang bersifat akomodatif. Kami akan terus menarik investasi potensial di berbagai daerah di kawasan industri," kata Firdaus.
 
 
Lebih lanjut Firdaus menjelaskan, tidak hanya di sektor investasi yang didorong tetapi juga sektor UMKM di Jateng.
 
Pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas dan akses pasar UMKM, baik di dalam maupun luar negeri.
 
Selain itu, mendorong perluasan digitalisasi dan penguatan peran tim pengendali inflasi daerah melalui perangkat 4K.
 
Yakni Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga dan Komunikasi efektif
 
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri meluncurkan inovasi Lakon-e Pandu (Layanan Konsultasi dan Pendampingan Terpadu Berbasis Elektronik).
 
Inovasi Lakon-e Pandu ini akan memberikan pelayanan terbaik dalam pengurusan perizinan, sekaligus menjawab tantangan yang diberikan untuk kemudahan perizinan.

Ratna menjelaskan, Lakon-e Pandu merupakan Layanan Konsultasi dan Pendampingan yang dilakukan secara kolaboratif antara petugas DPMPTSP dan Tim Teknis Organisasi Perangkat Daerah.
 
Baca Juga: Gara-Gara Sistem OSS Masih Sulitkan Pengusaha Apindo Kabupaten Semarang Gelar Workshop

"Dengan layanan secara kolaboratif maka pelaku usaha dapat memperoleh layanan konsultasi sekaligus pendampingan. Penyelesaian langsung end to end, efisien tidak harus datang ke Semarang, ada feedback dari pelaku usaha,'' kata Ratna.

Pendampingan secara elektronik ini diharapkan memberi kemudahan bagi investor dengan layanan yang jauh lebih baik.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Kemenko Bidang Perekonomian Ichsan Zulkarnaen secara virtual mengapresiasi langkah maju DPMPTSP Jateng dengan terobosan Lakon-e Pandu.
 
Baca Juga: Bukan Aib! Takut Dicap Gonta-ganti Pasangan, Perempuan Sering Enggan Kontrol Gejala Kanker Serviks

Upaya tersebut selain mengubah paradigma perizinan juga akan menciptakan daya saing yang lebih baik serta memperbaiki iklim investasi.

''Banyak peluang investasi di Jateng di berbagai sektor dan ini butuh komitmen kuat mendorong peningkatan investasi salah satunya dengan terobosan seperti ini,'' papar Ichsan dalam sambutannya.

Perizinan merupakan legalitas dalam pelaksanaan berusaha yang harus memberikan jaminan kepastian dan kenyamanan pelaku usaha dalam pelaksanaan kegiatan usahanya.

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengurus Cabang IAKMI Se-Jateng Dilantik

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:45 WIB

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X