Masyarakat Perlu Dilibatkan untuk Mencegah Peredaran Obat Berbahaya

- Selasa, 29 November 2022 | 05:35 WIB
Peserta Perkuatan Sinergitas Pentaheliks dalam Edukasi Bahaya Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, berfoto bersama di Hotel Santika Semarang, Senin (28/11/2022). (SM/Slamet Daryono)
Peserta Perkuatan Sinergitas Pentaheliks dalam Edukasi Bahaya Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, berfoto bersama di Hotel Santika Semarang, Senin (28/11/2022). (SM/Slamet Daryono)

 

SEMARANG,suaramerdeka.com – Masih ditemukan obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) beredar di masayarakat, menjadi perhatian.

Karena itu, selain pengawasan dan sanksi, juga harus ada edukasi, sosialisasi, dan partisipasi masyarakat dalam mencegah peredaran obat berbahaya tersebut.

Hal itu disampaikan Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah Haerudin SH MH.

Baca Juga: BBPOM Yogyakarta Temukan Ratusan Akun Jual Produk Tidak Memenuhi Syarat

Yakni saat membuka acara Perkuatan Sinergitas Pentaheliks dalam Edukasi Bahaya Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Senin (28/11/2022).

Menurut dia, hal itu pentingnya dilakukan, mengingat bukan hanya suplai dari pihak yang tidak bertanggung jawab saja.

Namun beredarnya obat tradisional mengadung BKO itu, juga karena adanya permintaan dari masyarakat.

Baca Juga: Terompet Malaikat Punya Kasiat Memikat, Harganya Tak Bikin Tepuk Jidat

“Masyarakat merupakan aktor utama untuk pemberantasan obat tradisional mengandung BKO,''

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X