Upah Naik 10 Persen Harga Mati Buat Buruh di Jawa Tengah, Jangan Diturunkan

- Minggu, 27 November 2022 | 22:12 WIB
Ilustrasi  besaran kenaikan upah buruh (Pixabay/EmAji )
Ilustrasi besaran kenaikan upah buruh (Pixabay/EmAji )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Para buruh di Jawa Tengah mematok kenaikan upah tahun depan bisa 10 persen sesuai keinginan.

Kenaikan upah sebesar 10 persen dianggap sebagai harga mati dan tidak bisa di bawah itu.

Buruh di Jateng yakin, provinsi ini bisa menerapkan kenaikan upah sebesar 10 persen pada tahun depan.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Kuliner di Purworejo, Namanya Unik Tapi Sekali Gigit Bikin Ketagihan

Buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Jepara (ASBJ) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN), meminta Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) 2023 naik maksimal sebesar 10 persen.

Ketua DPD SPN Jateng Sutarjo mengatakan seluruh buruh di provinsi ini sepakat, bahwa kenaikan upah tahun depan bisa maksimal sebesar 10 persen.

Sutarjo menjelaskan, para buruh juga sudah berhitung terkait kenaikan upah maksimal sebesar 10 persen itu.

Baca Juga: Bukan Aib! Takut Dicap Gonta-ganti Pasangan, Perempuan Sering Enggan Kontrol Gejala Kanker Serviks

Angka yang diminta sebesar 10 persen itu sudah dilakukan survei sebelumnya, berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, patokan sebesar 10 persen itu diharapkan bisa didengarkan dan dikabulkan Gubernur Ganjar Pranowo.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengurus Cabang IAKMI Se-Jateng Dilantik

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:45 WIB

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X