Kran Investasi Dibuka, DPRD Jateng: Harus Bisa Menyerap Tenaga Kerja Lokal

- Senin, 21 November 2022 | 20:17 WIB
Wakil Ketua DPRD Heri Pudyatmoko mengatakan terbukanya kran investasi ini harus bisa dimanfaatkan untuk menyerap tenaga kerja lokal. / suaramerdeka.com
Wakil Ketua DPRD Heri Pudyatmoko mengatakan terbukanya kran investasi ini harus bisa dimanfaatkan untuk menyerap tenaga kerja lokal. / suaramerdeka.com

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah membuka lebar-lebar pintu bagi para investor, baik dari dalam negeri maupun asing untuk menanamkan modalnya di Jateng. Investasi di Jateng pun kini mengalami perkembangan pesat.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total realisasi investasi selama 2022 hingga kuartal ketiga yang masuk ke Jateng mencapai Rp 44,99 triliun. Investasi tersebut mampu menyerap 170.757 tenaga kerja pada 14.704 proyek.

Semakin berkembangnya realisasi investasi ini mendapatkan sorotan dari Pimpinan DPRD Jateng. Wakil Ketua DPRD Heri Pudyatmoko mengatakan, terbukanya kran investasi ini harus bisa dimanfaatkan untuk menyerap tenaga kerja lokal.

Baca Juga: Terapkan Strategi Komunikasi Baru, BPJS Ketenagakerjaan Optimistis Capai 70 Juta Peserta Aktif

Heri Pudyatmoko mengingatkan kepada pemerintah di Jateng agar bisa menyusun skema bagaimana agar serapan tenaga kerja harus lebih memprioritaskan tenaga lokal.

"Banyak investor yang tertarik berinvestasi di Jateng. Ini merupakan peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh pekerjaan. Sehingga dapat mengurangi pengangguran ungkap Heri.

Pimpinan DPRD Jateng dari Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, tenaga kerja lokal harus diprioritaskan untuk dapat mengatasi problem perekonomian masyarakat pasca hantaman pandemi covid-19.

Baca Juga: Berani Tampil Beda, Harga Daging Ayam Ras dengan Telur Ayam Ras di Jawa Tengah, Ini Uraiannya

"Ini merupakan ladang pekerjaan bagi masyarakat setempat. Sehingga, jangan sampai perusahaan lebih memilih merekrut tenaga kerja asing untuk menggarap proyek yang ada di Jateng," jelas Heri.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, pengangguran di Jateng sempat mencapai 1,21 juta orang di Agustus 2020. Kemudian turun menjadi 1,13 juta orang di 2021. Lalu menjadi 1,08 juta orang di 2022.

Halaman:

Editor: Jati Prihatnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Serahkan DIPA dan TKD 2023, Dana Desa Jateng Rp 7,85 T

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:22 WIB

Kominfo Sosialisasikan RKUHP di Unsoed Purwokerto

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:50 WIB
X