Pentingnya Implementisi Paham Nasionalisme-Moderat di Lingkungan Pendidikan

- Minggu, 20 November 2022 | 19:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Heri Pudyatmoko. / suaramerdeka.com
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Heri Pudyatmoko. / suaramerdeka.com

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Heri Pudyatmoko akhirnya angkat bicara menanggapi peristiwa perundungan atau bullying yang dilakukan oknum guru kepada seorang siswi yang tidak mengenakan kerudung. 

Kasus yang terjadi pada Kamis (3/11) lalu itu menimpa salah satu siswi kelas X SMA Negeri 1 Sumberlawang Kabupaten Sragen. Lantaran tidak memakai jilbab, guru matematiknya menegur hingga memarahi siswi tersebut saat jam pelajaran berlangsung.

Heri Pudyatmoko mengaku prihatin dan menyayangkan peristiwa yang terjadi di lembaga pendidikan itu. Ia pun meminta pihak-pihak yang terlibat di dalam kasus tersebut untuk dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan. 

Baca Juga: Hore! Formasi CPNS 2023 Segera Dibuka, Ini Dua Instansi yang Paling Banyak Diminati Pelamar Berikut Persyarata

Menurutnya, teguran dan amukan guru kepada siswi untuk mengenakan kerudung dalam peristiwa itu merupakan bentuk pemaksaan. Padahal di sekolah negeri tidak ada peraturan bagi siswi untuk memakai kerudung saat sekolah. 

"Tidak masalah siswi itu tidak memakai kerudung. Di sekolah negeri kan tidak ada aturannya, beda halnya sekolah agama. Kalau tidak ada aturan, itu jadinya mengarah ke pemaksaan. Apalagi korban saat ini sedang depresi dan takut berangkat sekolah," ujarnya, baru-baru ini.

Ia melanjutkan, perundungan itu tidak seharusnya dilakukan dengan motif apapun. Setiap pihak di sekolah harus menghargai dan menghormati hak, pilihan, dan prinsip yang dimiliki masing-masing individu. 

Baca Juga: Mau Mengusir Jin Dan Setan Yang Mengusili dan Mengganggu Kehidupanmu? Ini Ajaran Rasulullah.

"Meskipun niat guru matematika tersebut baik dengan meminta siswinya memakai kerudung, namun bagaimana siswi itu juga punya hak yang harus dilindungi. Ia tidak bisa dipaksa untuk sama dan mengikuti kehendak guru," tegas politisi Partai Gerindra tersebut. 

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi agar peristiwa saemacam itu tidak terjadi lagi di lembaga pendidikan, Heri menilai bahwa pemahaman nasionalisme dan moderat sangat penting untuk ditanamkan kepada guru, siswa, dan seluruh civitas akademik.  

Halaman:

Editor: Jati Prihatnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kikis Individualisme, Galakkan Nilai-Nilai Bung Karno

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:15 WIB

Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan SDGs Awards

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:51 WIB
X