YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Mereka yang terdampak Covid-19 memerlukan bantuan dari sisi medis meskipun hanya menjalani isolasi mandiri. Karena itu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Incident Command Centre (ICS) sejak awal pandemi memberikan pelayanan serta fasilitas terbaik bagi para sivitas akademika yang terdampak.
''Kini, kami juga memiliki program Telemedicine. Program yang sudah diinisiasi sejak November 2020 lalu ini merupakan kelanjutan dari penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh ICS pada Wisma Isolasi UMY,'' tutur Commander in Chief ICS UMY, Al-Afik SKep Ns MKep.
Ia menjelaskan tingginya peningkatan kasus akhir-akhir ini, membuat Wisma Isolasi UMY yang terletak di Gedung Unires Putra menjadi penuh dan prioritas untuk kasus dengan gejala sedang ke berat.
Baca Juga: Jimin BTS Akui Pernah Tidak Stabil, Ngobrol dengan Orang Tua jadi Solusi
Sehingga, kasus dengan gejala ringan dan tanpa gejala akan disarankan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah atau kos masing-masing. Telemedicine hadir untuk membantu para pasien dengan melakukan konsultasi dan perawatan jarak jauh.
Siapkan Tim
Fasilitas Telemedicine memang memprioritaskan untuk menerima konsultasi terkait kasus terkonfirmasi Covid-19, namun tidak menutup kemungkinan untuk sivitas melakukan konsultasi terkait penyakit lain yang memiliki kaitan dengan pandemi.
''Jika nantinya juga ternyata ada sivitas yang ingin berkonsultasi tentang permasalahan mental terkait pandemi, kami akan langsung mengarahkan atau mengalihkannya kepada tim rehabilitasi yang sudah ada sebelumnya. Tim ini khusus menangani masalah psikologis atau kesehatan mental,'' ujar Afik.
Baca Juga: Anomali Cuaca di DIY Diprediksi Bertahan 3 Bulan, Agustus Diprediksi Puncak Kemarau
Ia menambahkan, untuk berkonsultasi melalui program Telemedicine ada empat dokter umum dan spesialis serta enam perawat yang tergabung di dalam tim.
Para sivitas dapat menghubungi langsung semuanyamelalui kontak yang disediakan dengan platform whatsapp. Nantinya, setelah berkonsultasi dengan para dokter dan perawat, mereka akan mendapatkan obat sesuai dengan gejala yang dialami.
Jika ternyata pasien memiliki indikasi gejala yang semakin parah, akan ada rujukan ke rumah sakit rujukan seperti RS PKU Gamping dan Rumah Sakit AMC. Afik menegaskan bahwa semua fasilitas yang diberikan pada sivitas gratis, mulai dari mahasiswa, tendik, pegawai, staf temporer, hingga kontrak unit dengan mengikuti sistematika dan SOP yang berlaku.
Menurutnya program ini sangat efektif membantu penanganan Covid-19. Ia berharap program Telemedicine bermanfaat bagi semua yang sedang melakukan isolasi mandiri sehingga hak sivitas untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dapat terpenuhi secara merata tanpa memandang kelas.
Artikel Terkait
RS Siloam Semarang Dilengkapi Layanan Trauma dan Telemedicine
11 Telemedicine Ini Layani Obat dan Konsultasi Gratis untuk Pasien Isolasi Mandiri
Layanan Telemedicine Diperluas, Kini Menjangkau Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali
Telemedicine Pelayanan saat Pandemi