Anomali Cuaca di DIY Diprediksi Bertahan 3 Bulan, Agustus Diprediksi Puncak Kemarau

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 15:35 WIB
cuaca berawan / pixabay
cuaca berawan / pixabay

SLEMAN, suaramerdeka.com - Bulan Agustus diprediksi menjadi puncak musim kemarau. Namun memasuki awal bulan ini, hujan justru kerap mengguyur sebagian wilayah di DIY.

Kondisi anomali cuaca dan iklim ini, menurut Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas, diperkirakan berlangsung sampai tiga bulan ke depan.

"Saat ini masih musim kemarau, tapi kondisi iklim lebih basah dari normal. Artinya, dapat terjadi hujan yang melebihi rata-rata pada musim kemarau," katanya saat dikonfirmasi Suara Merdeka, Selasa (3/8).

Baca Juga: Menkes Sebut Permintaan Obat Terapi Covid-19 Tinggi Namun Tidak Sebanding Kecepatan Produksi

Curah hujan yang turun pada Agustus ini diperkirakan masih kategori rendah yakni kisaran 0-50 mm per bulan. Namun begitu, sifat hujan sampai dengan Oktober mendatang diprediksi di atas normal.

Curah hujan baru akan masuk kategori rendah-menengah pada September dengan kisaran 10-150 mm per bulan.

Intensitasnya diperkirakan terus meningkat di periode Oktober hingga naik ke level 101-300 mm per bulan.

Lebih lanjut Reni menjelaskan, salah satu parameter anomali diukur dari indeks Indian Ocean Dipole (IOD) yang masih dalam kisaran negatif.

Baca Juga: Sasaran Indikator Pengendalian Covid-19 Harus Terukur dan Jelas

Hal ini berdampak pada penambahan suplai uap air yang memicu terbentuknya awan hujan lebih intens saat musim kemarau ini.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Lagi-lagi, Limbah Cemari Sungai Bengawan Solo di Cepu

Kamis, 16 September 2021 | 06:15 WIB

Jangkau Warga Pelosok, Alumni Pelajar Gelar Vaksinasi

Rabu, 15 September 2021 | 16:23 WIB
X