Kerusakan DAS Keruh Memprihatinkan

- Kamis, 5 Juli 2018 | 22:52 WIB
Kerusakan DAS Keruh di wilayah Sirampog, Brebes, di foto dari udara menggunakan drone. (suaramerdeka.com/dok)
Kerusakan DAS Keruh di wilayah Sirampog, Brebes, di foto dari udara menggunakan drone. (suaramerdeka.com/dok)

BREBES, suaramerdeka.com - Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Keruh di Kabupaten Brebes perlu penanganan serius melibatkan instansi terkait. Saat ini kerusakannya sudah sangat memprihatinkan, sehingga masalah ini akan dibawa ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Saat ini kami sedang mengumpulkan foto DAS Keruh untuk melengkapi data yang akan dipaparkan di Kementerian LHK pertengahan bulan ini. Kita gunakan drone supaya dokumen foto yang kita sajikan lebih detail," kata Ketua Departemen Lingkungan Forum Pelanggan Air Minum Nasional (Forpamnas), M Jamil, kemarin.

Menurutnya, dibawanya persoalan DAS Keruh ke Kementerian LHK, karena selain DAS Keruh juga akan dipaparkan terkait DAS Pemali, DAS Babakan, dan DAS Cimancis Cirebon. "Diharapkan nanti ada solusi signifikan yang diberikan oleh Kementerian LHK," ujarnya.

Menurut Jamil, penyebab kerusakan DAS Keruh dipicu oleh perubahan atau alih fungsi kawasan hulu. Daerah yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan tangkapan air berubah menjadi lahan pertanian sayur mayur.

Untuk Pertanian

"Pertanian sayur memang menjadi gantungan hidup warga di hulu, hanya saja kurang dikontrol. Akibatnya lahan yang semestinya tidak boleh untuk pertanian, tetap dibuka untuk tanaman sayur mayur," katanya

Kerusakan DAS, lanjut Jamil, mengakibatkan kondisi debit air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi.

Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. "Kalau ini dibiarkan bencana akan terus mengintai. Jembatan, bendung pertanian akan rawan rusak ketika musim hujan tiba. Sawah juga kekeringan saat kemarau," kata dia.

Masyarakat, kata dia, perlu diberi pemahaman betapa pentingnya peran kawasan hulu. Selain mendorong kesadaran warga, pemerintah juga dinilai perlu melakukan antisipasi, di antaranya dengan membangun infrastruktur sungai seperti cekdam untuk mengendalikan arus sungai terutama saat hujan besar.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X