Buruh di Jawa Tengah Ingin UMP 2023 Naik 13 Persen, Ini Komentar Ganjar Pranowo

- Sabtu, 5 November 2022 | 15:28 WIB
Serikat buruh di Jawa Tengah bertemu Ganjar Pranowo untuk membicarakan upah minimum provinsi 2023. (foto dokumentasi jatengprov.go.id).
Serikat buruh di Jawa Tengah bertemu Ganjar Pranowo untuk membicarakan upah minimum provinsi 2023. (foto dokumentasi jatengprov.go.id).

SEMARANG, suaramerdeka.com - Buruh yang tergabung dalam KSPI Jawa Tengah dan serikat-serikat pekerja di Jawa Tengah menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pertemuan itu untuk membahas upah minimum provinsi (UMP) 2023 dengan konsep upah sektoral yang disampaikan para buruh.

Para buruh Jawa Tengah menyampaikan keinginan UMP 2023 naik 13 persen.

Baca Juga: Ini Daftar Wilayah Tanpa Siaran Analog, Cek Tempat Tinggal Kamu di Sini

Aulia Hakim, Sekretaris KSPI Jawa Tengah mengatakan tuntutan kenaikan UMP 13 persen setidaknya bukan tanpa alasan.

Inflasi melonjak tinggi dan ada pertumbuhan ekonomi juga dinilai sangat wajar bila buruh di Jawa Tengah menuntut kenaikan.

“Ini versi kami. Sebagai terobosan atau masukan untuk Pak Gubernur ketika nanti menetapkan UMP. Kami susun dengan data dan ada tambahan pada rumus,” katanya usai bertemu Ganjar Pranowo terkait penetapan Upah Minimum Provinsi Tahun 2023 di Puri Gedeh, Jumat 4 November 2022.

Baca Juga: 5 Pemain Kunci Timnas Argentina di Piala Dunia 2022

Para buruh menginginkan agar penetapan UMP 2023 tidak berdasar pada PP Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan. 

Jika tetap akan menggunakan PP 36 tahun 2021 dan itu dilakukan kenaikan upah di Jawa Tengah hanya akan naik 1-2 persen seperti tahun kemarin.

Kenaikan upah di Jepara dan Demak naik hanya sebesar Rp 1.400.

Halaman:

Editor: Cun Cahya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kukrit Ditunjuk Jadi Ketum PPHI Jateng

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:40 WIB
X