Jangkau 1,27 Juta Lebih Debitur, KUR Tersalur di Jawa Tengah Per 30 September 2022 Tembus Rp50,37 Triliun

- Selasa, 1 November 2022 | 19:02 WIB
Ilustrasi penyaluran KUR di Jawa Tengah. (eko pramono/Pixabay)
Ilustrasi penyaluran KUR di Jawa Tengah. (eko pramono/Pixabay)

SEMARANG, suaramerdeka.com- Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Jawa Tengah hingga 30 September 2022 mencapai Rp50,37 triliun.

Capaian penyaluran KUR di Jawa Tengah ini berhasil menjangkau sebanyak 1.277.472 debitur.

Plt Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah Taukhid mengungkapkan, secara total penyaluran kredit program baik KUR maupun Ultra Mikro di wilayah provinsi Jateng mencapai Rp51 triliun.

Baca Juga: Penerimaan Cukai Penyumbang Terbesar Kinerja Pendapatan APBN di Jateng

Khusus untuk Ultra Mikro (UMi) berhasil tersalur hingga Rp0,63 triliun. Jumlah tersebut menjangkau sebanyak 167.478 debitur pada periode hingga 30 September 2022.

''Untuk secara total penyaluran kredit baik KUR maupun UMi mencapai Rp51 triliun hingga 30 September 2022,'' kata Tauhid.

Tauhid menambahkan, bila dibandingkan periode Agustus 2022, penyaluran KUR tumbuh sebesar Rp5,99 triliun atau 13,50 persen dan jumlah debitur meningkat sebanyak 136.991 debitur. 

Baca Juga: KUR di Jawa Tengah Berhasil Tersalur Hingga Rp44,38 Triliun Untuk 1,14 Juta Lebih Debitur

Sedangkan penyaluran UMi tumbuh sebesar Rp0,02 triliun atau 3,28 persen, meningkat sebanyak 8.298 debitur.

Terpisah, Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa menyampaikan, aset perbankan di Jawa Tengah per Agustus 2022 tumbuh 9,31 persen (yoy).\

Capaian tersebut di atas pertumbuhan aset perbankan nasional yang mencapai 9,14 persen (yoy).

Baca Juga: BNI Akselerasi Penyaluran KUR Sektor Pertanian. Pedagang Bawang Merah dan Sayuran Ikut Kebagian

Selain itu, porsi penyaluran kredit kepada UMKM di Jawa Tengah dan DIY masing-masing mencapai 49,31 persen dan 49,04 persen.

Aman menyebut, penyaluran ini lebih tinggi dibandingkan porsi kredit UMKM Nasional yang tercatat sebesar 21,62 persen per Agustus 2022.

''Ini melebihi target porsi kredit UMKM sebesar 30 persen pada tahun 2024 sebagaimana arahan Presiden,'' kata Aman saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Focus Group Discussion yang diselenggarakan Badan Supervisi Bank Indonesia bersama Komisi XI DPR RI di Semarang, Senin (31/10).

Baca Juga: OJK Catat Restrukturisasi Kredit Covid-19 Terus Melandai, Capai Rp 576,17 Triliun

Menanggapi hal tersebut, Prof Hendrawan Supratikno, anggota Komisi XI DPR RI mengapresiasi pengawasan yang telah dilakukan oleh OJK.

Dengan konsisten upaya tersebut, menjaga pertumbuhan perbankan di Jawa Tengah menunjukan tren positif di tengah pemulihan pasca pandemi.

Hal tersebut juga ditunjukan dengan data penyaluran kredit bagi UMKM dan sektor produktif lainnya yang menunjukan angka tertinggi dan telah melebihi target nasional. 

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kukrit Ditunjuk Jadi Ketum PPHI Jateng

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:40 WIB
X