Yang Tidak Punya Bekal Iman dan Ilmu Jadi Beban Orang Lain

- Minggu, 3 Juni 2018 | 23:22 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

SECANG, suaramerdeka.com – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, kesadaran memiliki iman dan ilmu harus ditanamkan sejak usia dini.

“Beriman dan berilmu menjadi syarat utama bagi generasi yang akan melanjutkan keberlangsungan kepemimpinan sebuah bangsa,” katanya, Minggu (3/6).

Dalam pengajian Nuzulul Qur’an di Masjid Al- Hilal  Donorejo, Secang, Magelang, ia mengemukakan, generasi muda harus mampu diandalkan dalam persaingan global.

Menurut dia, manusia yang tidak memiliki bekal iman dan ilmu akan memiliki ketergantungan dan menjadi beban orang lain. Tidak mandiri.

Ia mengingatkan, peringatan Nuzulul Qur’an tercermin dari turunnya surat Al- ‘Alaq yang merupakan surat yang pertama kali diturunkan oleh Allah Swt.

Dalam surat tersebut adanya perintah untuk membaca. Sebuah pesan bagi manusia untuk selalu menuntut ilmu agar terhindar dari kebodohan dan keterbelakangan.

“Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang mau membaca, “ katanya.

Untuk itu perlunya aktualisasi cara memahami makna Nuzulul Qur’an. Selain dibaca, Al-Qur’an juga perlu dipahami, diamalkan dan dilembagakan dalam kehidupan sehari – hari.

Syarat agar Al-Qur’an bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah mempelajari dan memahami makna dari setiap ayatnya. Sehingga akan menjadikan peradaban umat dan bangsa menjadi maju, karena adanya landasan hidup yang kuat berupa tauhid, ilmu dan akhlak. 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X