Ditreskrimsus Polda Jateng Lakukan Pendataan Pastikan Obat Sirup yang Mengandung Etilen Glikol Sudah Ditarik

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 21:09 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy (kiri) bersama Ditreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagyo (tengah). (foto dokumentasi humas Polda Jateng).
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy (kiri) bersama Ditreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagyo (tengah). (foto dokumentasi humas Polda Jateng).

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ditreskrimsus Polda Jateng bersama jajaran Polres, Polresta maupun Polrestabes akan melakukan pendataan sirup obat di masing-masing apotek.

Hal itu untuk memastikan obat sirup yang mengandung Etilen Glikol yang diatas ambang batas sudah ditarik oleh pihak perusahaan besar farmasi.

Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagyo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, BPOM wilayah Jateng, IDI wilayah Jateng, dan Kabid Dokkes.

Baca Juga: Hilirisasi Industri Sawit Berkelanjutan Harus Berpedoman pada SDGs sebagai Payung Besarnya

"Ditreskrimsus akan mendata di tingkat IF (industri farmasi) dan PBF, (perusahaan besar farmasi) terkait produk yang sudah ditarik," katanya, Jumat, 21 Oktober 2022.

Sesuai koordinasi dengan IDI dan Kabid dokkes, Ditreskrimsus dan Polres jajaran juga akan memberikan imbauan agar sementara waktu lebih mengutamakan pengobatan menggunakan bentuk puyer.

Di wilayah Jateng sendiri menurut Kombes Dwi belum ada laporan terkait, akibat fatal terhadap anak.

Baca Juga: Beda Media Tanam untuk Potongan Tanaman Aglonema dengan Bongol, Berikut Cara Menanamnya

"Belum ada surat resmi dari Kemenkes terkait penarikan obat sirup dan penyebab kematian," kata Dwi.

Sebagai tindaklanjut dan antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng sudah menyiapkan 3 rumah sakit rujukan Hemodialisis khusus anak di rmah sakit Provinsi Jateng.

Sementara itu, Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengimbau kepada para Kasatwil agar segera berkoordinasi dengan Dinkes dan IDI apabila di wilayahnya terdapat kasus tersebut.

Baca Juga: Ini Strategi Baru BPJS Ketenagakerjaan untuk Capai 70 Juta Peserta Aktif

"Memerintahkan agar masing-masing Satwil melaksanakan koordinasi dengan Dinkes dan IDI di wilayahnya. Apabila ada informasi tentang suspect kasus terkait, agar dilaporkan kepada Bid Dokkes Polda Jateng," ujarnya.***

Editor: Cun Cahya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X