Perajin Batik Jawa Tengah Diminta Kembangkan Produk Fesyen Ketimbang Hanya Sebatas Kain

- Selasa, 11 Oktober 2022 | 08:30 WIB
Ilustrasi perajin batik di Jawa Tengah diminta kembangkan produk fesyen tidak sebatas kain. (Mahmur Marganti/Pixabay)
Ilustrasi perajin batik di Jawa Tengah diminta kembangkan produk fesyen tidak sebatas kain. (Mahmur Marganti/Pixabay)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perajin batik di Jawa Tengah masih mengeluhkan pemasaran menjadi kendala, dan butuh bantuan pihak pemerintah maupun swasta untuk mengatasinya.

Dinas Koperasi dan UKM Jateng terus mengupayakan sejumlah terobosan, untuk membantu pemasaran produk batik.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan kendala yang dihadapi para perajin batik itu sudah dipetakan pihaknya, dan ditemukan akar permasalahannya. 

Baca Juga: Mantul! Buktikan Sendiri, Siram Aglonema Dengan Cairan Ini Paling Gampang Buatnya, Daun Rimbun Tambun Sekebun

Menurut Ema, kebanyakan produk batik yang dihasilkan perajin itu adalah kain.
Sementara masyarakat atau calon pembeli, lebih mencari atau memilih produk batik yang sudah berupa baju atau pakaian.

Ema menjelaskan, dari 35 kabupaten/kota di Jateng yang memiliki produk batik itu hanya ada beberapa daerah sudah mempunyai fesyen batik.

Misal Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kota Surakarta dan Kabupaten Sragen, Sukoharjo dan Klaten.

Baca Juga: Aw, Lidah Buaya Bisa Bikin Pria Garang di Ranjang? Cek Manfaat Lainnya Bro 

Oleh karena itu, pihaknya mencoba mendorong perajin batik bisa mengolah kain batik menjadi fesyen.

"Dengan mengubah pola pikir perajin batik tidak hanya menghasilkan kain tetapi membuat fesyen batik, akan lebih mudah pemasarannya hingga luar negeri" kata Ema saat ditemui di Hotel Novotel Semarang, belum lama ini.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengurus Cabang IAKMI Se-Jateng Dilantik

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:45 WIB

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X