Biaya Program Bayi Tabung di Indonesia Tinggi

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:13 WIB
Ilustrasi bayi tabung./Dok. Halodoc
Ilustrasi bayi tabung./Dok. Halodoc

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Infertilitas merupakan kondisi pasangan suami istri sulit mendapatkan keturunan. Gangguan kesehatan reproduksi hampir dialami oleh 22,3 persen pasangan dan merupakan bagian yang harus menjadi perhatian.

Namun kurangnya informasi mengenai akses pelayanan dan kesiapan finansial menjadi salah satu hambatan pasangan infertilitas.

Menurut Dr Fitri Damayanti SKM MPH, biaya yang harus dikeluarkan pasangan infertilitas dalam program bayi tabung di berbagai klinik dan rumah sakit di Indonesia cukup tinggi.

Doktor lulusan UGM itu mengungkapkan dirimya melakukan survei pada 17 wanita yang menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) di klinik infertilitas di Indonesia.

Baca Juga: Siap Mengabdi, 22.000 Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 2 Akan Disebar ke 3.593 SD dan 491 SMP

Ada 214 partisipan infertilitas yang mengisi kuesioner FertiQoL online. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang alokasi anggaran atau biaya yang dibutuhkan untuk terhindar dari satu kasus infertilitas dari perspektif sosial dengan mengestimasi biaya langsung medis, biaya langsung non medis, biaya tidak langsung, dan biaya nirwujud.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui besaran biaya yang dikeluarkan untuk satu siklus program bayi tabung berdasarkan kelompok umur kurang dari 35 tahun, rata-rata biaya total Rp 99 juta.

Pada kelompok usia 35-39 tahun sebesar Rp 112 juta, dan usia di atas 40 tahun sebesar Rp 109 juta.

Baca Juga: Soal Umrah, Pemerintah Masih Tunggu Regulasi Resmi dari Arab Saudi

Gangguan Kesuburan

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB

Polres Pemalang Tangkap Pembuat dan Penjual Uang Palsu

Kamis, 25 November 2021 | 16:12 WIB
X