Satgas Covid-19 Sleman Pindahkan Pasien Isoman ke Shelter, Dinkes: Akan Lebih Terpantau

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:49 WIB
BERBAGI NASI: Salah seorang warga yang isoman mendapat satu bungkus nasi dari kolektif Berbagi Nasi Magelang. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
BERBAGI NASI: Salah seorang warga yang isoman mendapat satu bungkus nasi dari kolektif Berbagi Nasi Magelang. (suaramerdeka.com/Asef Amani)


SLEMAN, suaramerdeka.com - Pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah akan dipindahkan ke shelter. Teknis pemindahan pasien ke lokasi isolasi terpadu (isoter) sudah dibahas oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman, dan akan dilaksanakan mulai minggu ini.

"Kami sudah melakukan diskusi bersama Kapolres, dan Dandim. Disepakati pemindahan ke isoter menggunakan jalur komunikasi dengan satgas tingkat kapanewon, dan kalurahan," kata Sekda Sleman Harda Kiswaya, Jumat (30/7).

Pertimbangan melibatkan unsur kapanewon dan kalurahan dikarenakan mereka yang tahu persis kondisi warganya. Tempat isolasi yang telah disiapkan antara lain Asrama Haji, Rusunawa Gemawang, dan Rusunawa UII yang merupakan shelter di bawah pengelolaan Pemkab Sleman, serta beberapa selter milik Pemda DIY.

Diakuinya, kapasitas selter yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan jumlah pasien isoman ada sekitar 6.000 termasuk yang dirawat di selter kalurahan. Sementara, kapasitas tiga selter yang dikelola Pemkab masih kurang dari 1.000 pasien.

Baca Juga: Meme Jokowi Play The Game Viral, Selebgram Lia Lestari: Dia Pemimpin Terbaik di Kala Susah

"Pasien yang dipindahkan ke selter terutama yang gejalanya di atas ringan, dengan asesmen mengacu dari puskesmas. Dengan dipindah ke isoter, kondisi mereka akan selalu terpantau sehingga diharapkan bisa menekan angka kematian," terang Harda.

Selain keterbatasan ruang, minimnya SDM dan ketersediaan oksigen juga menjadi kendala dalam pengembangan selter. Contohnya tempat isolasi Asrama Haji yang rencana akan ditambah 100 kamar sehingga menjadi kapasitas 178.

Sebenarnya Pemkab sudah berupaya menambah SDM dengan membuka rekruitmen nakes untuk ditempatkan di selter sejak dua minggu lalu, namun sampai sekarang belum terisi penuh. Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, masih ada sebagian pasien isoman yang tempatnya tidak memenuhi syarat. Jika diprosentase angkanya sekitar 30 persen.

"Karena itu ada ide untuk menjemput pasien isoman, dan dipindah ke selter supaya tempatnya layak. Sekarang sedang disiapkan, termasuk selter kalurahan yang kapasitasnya sudah mencapai 748," ujarnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30.000 Desa Nikmati Program Pamsimas

Selasa, 21 September 2021 | 22:04 WIB

Penyandang Disabilitas Fisik Terima Bantuan Kemensos

Selasa, 21 September 2021 | 14:25 WIB

Selama Pandemi Pelanggaran Lalu Lintas Turun

Senin, 20 September 2021 | 21:53 WIB

Pesantren Didorong Jadi Kader Penanganan TBC

Senin, 20 September 2021 | 14:45 WIB
X