Stok Favipiravir dan Oseltamivir di Sleman Menipis, Tersisa 1.500 Butir

- Kamis, 29 Juli 2021 | 20:45 WIB
Obat-obatan sebagai komoditas inti. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Obat-obatan sebagai komoditas inti. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Ketersediaan obat Covid-19 di Kabupaten Sleman tinggal sedikit. Saat ini tersisa stok 1.500 butir obat antivirus Favipiravir, dan Oseltamivir.

Dengan stok sebanyak itu diperhitungkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sekitar 300 pasien. Pasalnya setiap pasien Covid-19 butuh minimal 5 butir antivirus.

"Stok obat antivirus sudah menipis. Tapi vitamin relatif masih mencukupi untuk kebutuhan di puskesmas maupun rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Joko Hastaryo, Kamis (29/7).

Baca Juga: Vaksinolog: Selama Tidak Ada Infeksi Berat, Penderita Diabetes Boleh Vaksinasi

Sama halnya untuk stok antibiotik Azithromycin yang tinggal 1.500 butir. Bagi pasien Covid-19, obat ini diberikan minimal 7 hari dengan dosis satu butir per hari.

Namun, lanjut Joko, berdasar surat edaran dari Kementerian Kesehatan, Azithromycin sekarang sudah tidak lagi digunakan untuk pengobatan Covid-19.

"Perlu diingat biasanya Covid-19 tidak berdiri sendiri, tapi ada sekunder infeksi. Kalau ada sekunder infeksi, tetap yang harus jadi pilihan adalah Azithromycin," katanya.

Dia menjelaskan, obat Covid-19 harus menggunakan resep dokter. Meskipun stoknya saat ini menipis setidaknya pasien isolasi mandiri terbantu dengan adanya paket obat dari TNI. Di dalamnya juga terdapat antivirus Oseltamivir.

Baca Juga: Update Covid 29 Juli: Bertambah 43.479, Kasus Harian Positif di Indonesia 3.331.206 Orang

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30.000 Desa Nikmati Program Pamsimas

Selasa, 21 September 2021 | 22:04 WIB

Penyandang Disabilitas Fisik Terima Bantuan Kemensos

Selasa, 21 September 2021 | 14:25 WIB

Selama Pandemi Pelanggaran Lalu Lintas Turun

Senin, 20 September 2021 | 21:53 WIB

Pesantren Didorong Jadi Kader Penanganan TBC

Senin, 20 September 2021 | 14:45 WIB
X