Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga Diprioritaskan Nakes, Cegah Varian Delta

- Kamis, 29 Juli 2021 | 15:26 WIB

MAGELANG, suaramerdeka.com – Tenaga kesehatan (nakes) bakal menjadi priortas utama vaksinasi dosis ketiga di wilayah Kota Magelang.

Menurut rencana, vaksinasi ketiga ini akan memakai vaksin Moderna.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, Pemkot Magelang siap mendukung kebijakan pemerintah pusat soal dosis ketiga vaksin ini.

Pihaknya pun telah menerima informasi dari Kemenkes RI soal rencana vaksin ketiga ini.

Baca Juga: Kebutuhan Meningkat, Pemkab Banyumas Akan Dirikan Pabrik Oksigen

“Para nakes sudah mendapat dua dosis vaksin Sinovac. Mereka merupakan kelompok prioritas yang harus dilindungi Covid-19 terutama varian baru,” ujarnya di kantornya, Kamis (29/7).

Sekda Kota Magelang itu mengutarakan, vaksinasi dosis ketiga menjadi upaya yang harus ditempuh untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian delta.

Varian ini dikenal menyebar dengan cepat, sehingga tidak cukup hanya dengan dua kali dosis vaksin dan protokol kesehatan.

“Imun setiap orang berbeda. Kalau yang mendesak divaksin ketiga dosis itu prioritas adalah nakes. Jarak waktu vaksinnya 6 bulan setelah imunisasi dosis kedua Sinovac,” katanya.

Baca Juga: Bantuan Oksigen Medis Pelaku Industri, Kemenperin: Kontribusi Penting yang Diharapakan

Dia menuturkan, sampai saat ini sekitar 30 persen atau 55.000 warga Kota Magelang telah mendapat suntikan Sinovac dosis kedua.

Tidak hanya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) saja, program percepatan vaksinasi juga digelar lembaga atau instansi lainnya.

“Instansi lain seperti kepolisian, pengusaha, perkantoran, dan lainnya kompak untuk mempercepat vaksinasi ini. Kami sangat mengapresiasi gerakan ini. Diharapkan, akan muncul herd imunity kolektif yang semakin cepat,” jelasnya.

Menurut Joko, orang yang telah divaksin dua dosis, mampu mengurangi gejala bila terpapar Covid-19 hingga 90 persen.

Baca Juga: Juliari Hanya Dituntut 11 Tahun Penjara, ICW: Maksimal Seumur Hidup

Di sisi lain, angka kematian Covid-19 yang terjadi di Kota Magelang pun lebih dari 90 persennya karena mereka belum divaksin.

“Maka, kita akan dorong percepatan vaksinasi. Meskipun tidak membuat kebal, tapi minimal bisa mengurangi risiko gejala bahkan risiko kematian,” tandasnya.

Hanya saja, katanya, saat ini pasokan vaksin dari pemerintah pusat sangat terbatas.

Mau tidak mau Pemkot Magelang hanya memprioritaskan masyarakat yang belum divaksin atau yang belum mendapat vaksin dosis kedua.

Baca Juga: Tiga Kota di Jateng Miliki Progres Vaksinasi Tinggi

“Pasokan vaksin dari Pusat belum normal sepenuhnya. Masih terbatas. Berapapun yang datang, langsung kita aplikasikan. Kita kerahkan seluruh Puskesmas untuk menyediakan vaksinasi,” jelasnya.

Terpisah, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Magelang, Yis Romadhon mengaku jika pasokan vaksin di Kota Magelang belakangan ini seringkali timpang dari usulan.

Dari usulan 1.810 vial, kedatangan vaksin dari Pemerintah Pusat itu hanya 250 vial saja.

“Sudah kita usulkan, tapi datangnya tidak sesuai. Terakhir cuma datang 250 vial,” ungkapnya yang menyebut, hal ini terjadi di semua daerah, karena pasokan vaksin di Pemerintah Pusat juga mengalami penurunan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X