Simalakama Petani Tembakau: Diversifikasi Bisa Jadi Solusi

- Jumat, 30 Juli 2021 | 06:30 WIB
Sejumlah narasumber memaparkan materi dalam Diskusi Daring Media ''Petani dan Buruh dalam Upaya Pengendalian Tembakau
Sejumlah narasumber memaparkan materi dalam Diskusi Daring Media ''Petani dan Buruh dalam Upaya Pengendalian Tembakau

APA yang dialami Lastari, Hendro Tanoko, dan Suhartono membuktikan bahwa upaya perlindungan terhadap petani tembakau belum berjalan signifikan sesuai amanat UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Salah satu indikasinya, petani mudah diombang-ambingkan oleh permainan harga. Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Retno Rusdjiati, menilai petani tembakau telah lama termarjinalkan.

Dia mengatakan, berbagai penelitian membuktikan hal itu. Dia mencontohkan, penelitian yang dilakukan Akhmal Fajar dan Siti Maulida pada 2021 menunjukkan bahwa harga tembakau memang sering mengalami fluktuasi.

Salah satunya karena rantai penjualan yang cukup panjang. Di sisi lain, penelitian yang dilakukan Suparlan pada 2021 juga menunjukkan bahwa adanya kemitraan antara industri rokok dan tembakau dengan petani justru membuat jiwa kewirausahaan petani rendah.

Baca Juga: Simalakama Petani Tembakau Rembang: Dulu Diminta Tanam, Kini Dibantarkan

Fasilitasi industri rokok tidak mempengaruhi daya saing tembakau. Kemitraan juga menbuat hubungan sosial antarpetani tidak baik karena saling berebut perhatian dari perusahaan mitra.

Hasil survei MTCC di Magelang dan Temanggung juga mengungkap hal serupa. Ada kendala cuaca dan tata niaga.

''Ini memang sudah lama terjadi. Petani tidak tahu pasti bagaimana penentuan harga tembakau. Yang biasa kami lakukan adalah mengajak mereka majikan diversifikasi agar tidak tergantung pada tembakau. Sebab untuk mengurai lingkaran setan ini memang sangat sulit,'' kata Retno saat menjadi pembicara dalam Diskusi Daring Media ''Petani dan Buruh dalam Upaya Pengendalian Tembakau'', baru-baru ini.

Baca Juga: Anggota Paskibraka Mulai Fokus Latihan, Protokol Kesehatan Ketat Diterapkan

Menurut Retno, diversifikasi bisa menjadi solusi agar petani tembakau tidak terus terombang-ambing oleh ketidakpastian harga.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30.000 Desa Nikmati Program Pamsimas

Selasa, 21 September 2021 | 22:04 WIB

Penyandang Disabilitas Fisik Terima Bantuan Kemensos

Selasa, 21 September 2021 | 14:25 WIB

Selama Pandemi Pelanggaran Lalu Lintas Turun

Senin, 20 September 2021 | 21:53 WIB

Pesantren Didorong Jadi Kader Penanganan TBC

Senin, 20 September 2021 | 14:45 WIB
X