Simalakama Petani Tembakau Rembang: Dulu Diminta Tanam, Kini Dibantarkan

- Kamis, 29 Juli 2021 | 10:12 WIB
Tembakau di Desa Babagan, Lasem, Rembang yang siap panen. (suaramerdeka.com / Maratun Nashihah)
Tembakau di Desa Babagan, Lasem, Rembang yang siap panen. (suaramerdeka.com / Maratun Nashihah)

Namun manajer salah satu bank di Lasem itu menyatakan, tidak hanya faktor alam yang membuat dirinya merugi. Permainan grade  dalam tata niaga tembakau diakuinya juga menjadi penyebab yang cukup dominan.

''Saat setor tembakau itu bak saat ujian skripsi. Saat tembakau sudah di-packing, di gudang akan disortir. Grader membawa bendera tiga jenis, hijau kuning dan merah. Itu untuk menentukan kualitas atau grade."

"Harga diberi sesuai dengan grade itu, yaitu F, P, dan S. Masing-masing ada kualfiaksi 1,2,3. Selisih harga per grade bisa 5-7 ribu. Kalau hasil buruk, tembakau tidak diterima. Grader  yang akan menentukan. Petani tidak tahu pasti bagaimana cara penentuannya,'' katanya panjang lebar.  

Dalam perkembangannya, lanjut Hendro, perusahaan mitra juga mengganti jenis bibit tembakau yang ditanam.

''Saya menduga stok tembakau jenis yang lama telah banyak di gudang. Ini permainan saja sebetulnya.''

Penggantian bibit, imbuhnya, membuat petani harus menyesuaikan diri lagi. Di sisi lain, beberapa wilayah juga tidak boleh ditanami lagi.

''Saya rasa ini cuma akal-akalan perusahaan mitra karena istilahnya emas sudah terambil.''

Kendati demikian, tanaman tembakau diakui Hendro masih menjadi komoditas yang paling menjanjikan untuk ditanam di Rembang yang notabene miskin hujan.

Hal itu diamini oleh Suhartono, petani tembakau asal Desa Selopuro, Lasem yang hingga kini masih bertahan menanam tembakau.

''Untuk tembakau, modal untuk tanam 1 hektare 35 juta. Bisa balik modal minimal 50 juta. Itu kalau kualitas tembakau kita biasa. Kalau bagus bisa sampai 100 juta. Tapi kalau rugi ya bisa banyak. Tahun kemarin saya rugi 60 juta,'' katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temanggung Akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X