Remaja Masjid Harus Ikut Jadi Agen Penangkal Hoaks, Masjid Bisa Jadi Tempat Pembelajaran

- Senin, 3 Oktober 2022 | 09:48 WIB
Ketua Umum Prima DMI Jawa Tengah, Ahsan Fauzi memaparkan materi saat Webinar Literasi Digital. (suaramerdeka.com / dok Prima DMI Jawa Tengah)
Ketua Umum Prima DMI Jawa Tengah, Ahsan Fauzi memaparkan materi saat Webinar Literasi Digital. (suaramerdeka.com / dok Prima DMI Jawa Tengah)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kemenkominfo bersama Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Jawa Tengah dan Siberkreasi mengadakan webinar terkait penangkalan hoaks bagi kalangan remaja masjid.

Ketua DMI Jawa Tengah Prof Ahmad Rofiq menuturkan di era digital seperti sekarang ini terjadi pergeseran yang luar biasa dan mengkhawatirkan bagi anak-anak generasi muda.

Banyak warung internet lebih ramai oleh anak-anak daripada mereka mendatangi masjid atau mushala.

Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan, Striker Arema Ini Syok Melihat Korban Meninggal di Depannya

Mereka bisa berjam-jam berada di warnet seperti main game atau lainnya karena semuanya tersedia di layar screen komputer.

"Ini cukup mengkhawatirkan karena anak-anak akan mudah terpapar berita bohong. Apakah karena tidak mendapat fasilitas komputer di rumah masing-masing? Atau karena faktor lainnya," kata Prof Ahmad Rofiq, kemarin.

Menurut Prof Rofiq, generasi muda, khususnya remaja masjid sangat penting dalam turut serta menangkal hoaks ini.

Baca Juga: Tragedi di Kanjuruhan, Presiden FIFA: Hari Kelam Dunia Sepak Bola

Dalam arti luas, masjid dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran Islam dan implementasinya dalam semua aspek kehidupan manusia.

"Masjid merupakan tempat yang strategis dalam menyiapkan anak-anak yang cinta masjid, cinta Islam yang mengedepankan kejujuran," urainya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kikis Individualisme, Galakkan Nilai-Nilai Bung Karno

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:15 WIB

Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan SDGs Awards

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:51 WIB
X