Asosiasi Klinik Jateng Gelar Rakerda, Ini Tiga Isu Utamanya

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:16 WIB
Para peserta Rakerda Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Daerah Jateng berfoto bersama di Grand Wahid Hotel Salatiga, 1-2 Oktober 2022. (SM/Rony Yuwono)
Para peserta Rakerda Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Daerah Jateng berfoto bersama di Grand Wahid Hotel Salatiga, 1-2 Oktober 2022. (SM/Rony Yuwono)

Baca Juga: Laga PSIS VS Bhayangkara FC Ditunda Buntut Tragedi Kanjuruhan Tunggu Surat Resmi dari PT Liga

''Ada 35 cabang peserta rakerda. Belum semua klinik di Jateng tergabung di Asklin yang didirikan 2015,' jelasnya. 

Menurut dr. Fuad, baru 60 persen klinik yang bergabung.

Dikatakan, kebijakan akreditasi klinik juga baru. Sebelum pandemi sudah diterapkan tapi berhenti karena pandemi. 

"Persiapan akreditasi harus dilakukan. Aspeknya banyak yaitu SDM, fasilitas, sarpras, dan manajemen. Ini regulasi untuk jaga mutu dan peningkatan pelayanan. Rakerda ini mempersiapkan klinik hadapi akreditasi,'' papar dr. Fuad.

Baca Juga: Tewaskan Ratusan Orang, Kapolda Jatim Ungkap Penyebab Kerusuhan Kanjuruhan

Isu utama ketiga, terkait Elektronik Medical Record (EMR) atau pencatatan medik berbasis elektronik. Semua fasilitas kesehatan harus mulai menggunakannya.

''Semua fasilitas kesehatan termasuk klinik harus melakukan EMR, memang akan berakibat pada pembiayaan,"

Dari tiga isu tersebut, Asklin berkolaborasi dengan Dinkes, BPJS, dan pihak lain terkait agar siap melaksanakan program yang diwajibkan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan masyarakat,'' tuturnya.

Dikatakan, masukan Asklin untuk BPJS ada dua hal utama, yakni kenaikan biaya kapitasi dari BPJS yang sudah delapan tahun tidak naik, serta BPJS diminta melakukan redistribusi peserta atau pemerataan peserta pada faskes.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengurus Cabang IAKMI Se-Jateng Dilantik

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:45 WIB

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X