Dari Arafura ke Juwana (2-Habis): Masih Minim Pengakuan dan Perlindungan

- Kamis, 29 September 2022 | 14:27 WIB
Sejumlah pekerja menata ikan di sebuah pemindangan di Desa Bajomulyo, Juwana, baru-baru ini.  (suaramerdeka.com / Marathun Nashihah)
Sejumlah pekerja menata ikan di sebuah pemindangan di Desa Bajomulyo, Juwana, baru-baru ini. (suaramerdeka.com / Marathun Nashihah)

DI JUWANA, hasil laut merupakan tumpuan utama perekonomian warga.

Selain para lelaki yang mencoba peruntungan dengan menjadi nelayan, para perempuannya berikhtiar menambah penghasilan keluarga dengan bekerja di usaha yang terkait dengan rantai produksi ikan.

Keberadaan dua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Juwana membuat kawasan itu menjadi pilihan para pemilik modal untuk membuat berbagai usaha pengolahan ikan.

Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, terdapat sedikitnya 264 tempat pengolahan ikan di Juwana.

Baca Juga: Baca Dulu daripada Nyesel Belakangan! Ini Dia 6 Alasan kenapa Bunga Telang Layak Tanam di Pekarangan

Selain pemindangan (54) dan pemanggangan (72), ada pula usaha peragian ikan (5), penanganan produk segar (11), pelumatan daging (10), serta pengolahan lainnya (193).

Lebih dari 50 persen tempat usaha itu dikelola oleh perempuan dengan mayoritas tenaga kerja yang juga perempuan.

Dari 54 tempat pemindangan misalnya, 32 buah dikelola oleh perempuan.

Demikian pula dengan tempat usaha pengasapan yang 50 diantaranya dikelola oleh para puan.

Baca Juga: Resesi 2023 dan Situasi Tekanan Cash is The King

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kikis Individualisme, Galakkan Nilai-Nilai Bung Karno

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:15 WIB

Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan SDGs Awards

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:51 WIB
X