Balai Bahasa Jawa Tengah Gandeng Udinus Kembangkan Aplikasi Kamus Budaya Jawa, Sasar Generasi Z

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:00 WIB
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) Pengembangan Aplikasi Kamus Digital: Pemaparan Program Aplikasi Kampus Budaya Jawa. (foto: dok Balai Bahasa Jateng)
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) Pengembangan Aplikasi Kamus Digital: Pemaparan Program Aplikasi Kampus Budaya Jawa. (foto: dok Balai Bahasa Jateng)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) menggelar kegiatan Pengembangan Aplikasi Kamus Digital: Pemaparan Program Aplikasi Kampus Budaya Jawa, di aula Ranggawarsita BBPJT, baru-baru ini.

Acara tersebut menghadirkan pakar teknologi informasi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Dr Muljono MKom.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr Ganjar Harimansyah, menyatakan program aplikasi Kamus Budaya Jawa merupakan program unggulan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Bersyukurlah, 6 Zodiak Disatroni Keberuntungan, Rezeki dan Uang Auto Masuk Saldo Tabungan

Dia mengimbau semua pihak agar mendukung program tersebut.

“Aplikasi Kamus Budaya Jawa tidak hanya bernilai kebermanfaatan bagi bahasa Jawa, tidak hanya untuk merekap kata, tetapi juga situs kebudayaan yang bermanfaat untuk masa sekarang dan masa depan. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berharap dapat terjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Kamus Budaya Jawa ini,” ujar Ganjar dalam sambutannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Udinus, Dr Raden Arief Nugroho MHum menyatakan kolaborasi Balai Bahasa bersama Udinus dalam pembuatan kamus digital itu merupakan upaya untuk preservasi, konservasi, dan revitalisasi budaya serta istilah-istilah Jawa yang menyasar generasi Z.

Baca Juga: Dibelai Dewi Fortuna, 6 Zodiak dapat Bingkisan Rezeki dan Uang Tiada Habisnya, Bisa Beli Motor Listrik

“Kerja sama dilakukan dengan tujuan untuk revitalisasi dan konservasi istilah bahasa Jawa. Sasaran digitalisasi ini adalah generasi Z yang banyak menggunakan gawai digital dan banyak berinteraksi dengan produk-produk digital,” jelas Arief.

Dia menuturkan dengan banyaknya kosakata yang masuk ke dalam kamus digital, kosakata yang jarang diketahui dapat dimengerti dan dipahami oleh banyak orang, khususnya generasi Z.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD RI Minta Sinkronisasi Data Peserta BPJS Kesehatan

Kamis, 24 November 2022 | 21:46 WIB
X