Tekan Angka Stunting, BKKBN Sinergikan dengan Badan Pangan Nasional

- Senin, 26 September 2022 | 00:10 WIB
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada kegiatan yang diadakan oleh Badan Pangan Nasional (suaramerdeka.com/dok)
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada kegiatan yang diadakan oleh Badan Pangan Nasional (suaramerdeka.com/dok)

suaramerdeka.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjalin sinergisitas dengan Badan Pangan Nasional untuk menekan kasus stunting di Indonesia.

Kepala BKKBBN Hasto Wardoyo menyebut, angka prevalensi stunting di Jateng terendah dibanding provinsi lain di sekitarnya, seperti Jabar, Jatim dan Banten.

"Jateng paling terendah angkanya 20 persen, di bawah Jabar (24 persen), Jatim (23 persen) dan Banten (25 persen)," sebut Hasto saat menghadiri kegiatan Badan Pangan Nasional di Kendal, Sabtu 24 September 2022.

Baca Juga: BKKBN Jateng Fokuskan Percepatan Penurunan Angka Stunting

Adapun terkait kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut dari arahan Menteri Kesehatan yang mendorong peningkatan konsumsi telur bagi masyarakat.

Khususnya kepada anak yang sedang dalam proses tumbuh kembang. Tujuannya untuk menekan angka stunting yang saat ini menjadi isu pemerintah pusat.

"Salah satu cara mencegah stunting pada anak, salah satunya bisa melalui mengonsumsi telur. Upaya ini pun sesuai dengan anjuran Menteri Kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: Cegah Stunting, BKKBN RI Sampaikan 3 Hal bagi Catin

Untuk diketahui, isu stunting memang menjadi perhatian pemerintah pusat saat ini. Presiden memberikan arahan agar pemerintah daerah dan semua sektor terkait untuk berupaya mempercepat penurunan stunting hingga 2024 mendatang.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Widwiono sebelumnya mengatakan, angka stunting di Jateng sudah dibawah angka nasional yakni 20,9 persen.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD RI Minta Sinkronisasi Data Peserta BPJS Kesehatan

Kamis, 24 November 2022 | 21:46 WIB
X