Mahasiswi Undip Bantu Pembuatan SOP Pelayanan Publik Desa Kadipaten

- Rabu, 28 Juli 2021 | 11:00 WIB
Pemasangan Poster SOP Pelayanan Publik Desa Kadipaten. (suaramerdeka.com / dok)
Pemasangan Poster SOP Pelayanan Publik Desa Kadipaten. (suaramerdeka.com / dok)

WONOSOBO, suaramerdeka.com – Firstananda Putri Feby, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Undip 2018 membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Publik di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan ini sebagai salah satu program dalam pelaksanaan KKN Undip Tim II 2021 yang mengusung tema  ”Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)“.  

Program diambil sebab melihat Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayan publik pada masa Pandemi Covid-19 yang dimiliki oleh Pemerintah Desa Kadipaten belum maksimal.

"Padahal, adanya SOP pelayanan publik di tengah kasus Covid-19 yang terus melonjak merupakan hal yang cukup penting mengingat pelayanan publik hampir setiap hari berlangsung dan melibatkan banyak masyarakat," kata Firstananda.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko Terus Dipercepat, Menkes Ungkap yang Dapat Prioritas

Pandemi Covid-19 menuntut masyarakat melakukan adaptasi baru, begitupun dalam penyelenggaraan pelayanan publik tentu harus ditingkatkan sebagai upaya mencegah masifnya penyebaran Covid-19.

Di dalam naskah SOP pelayan publik pada masa pandemi Covid-19 berisikan materi yang menjelaskan mengenai alur masuk pelayanan publik, protokol kedatangan, protokol dalam ruang pelayanan, dan protokol saat mendapatkan pelayanan publik yang disesuaikan dengan kondisi ditengan Pandemi.

Sebelum program dijalankan, Firstananda mengkonsultasikan naskah terlebih dahulu dengan pihak Pemerintah Desa Kadipaten untuk mendapatkan persetujuan.

Baca Juga: Dolar Melemah pada Sekeranjang Mata Uang Lain, Usai Investo Tunggu Hasil Pertemuan Fed

“Saya rasa naskah SOP Pelayanan Publik ini sudah cukup baik dan siap dipublikasikan kepada masyarakat, semoga dapat memberikan dampak positif dan pemahaman terutama saat masyarakat mendapatkan pelayanan publik di tengah Pandemi seperti ini,” tutur Heri Basuki selaku Kepala Desa Kadipaten.

Pelaksanaan program dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, mencetak naskah dalam bentuk poster untuk dipasang pada papan informasi kantor Pemerintah Desa Kadipaten.

Kedua, menyebarkan materi melalui grup Whatsapp untuk disosialisasikan secara online kepada masyarakat Desa Kadipaten.

Selain itu, Firstananda juga berencana menyosialisasikan dengan sistem door to door, yang mendatangi rumah warga satu per satu untuk menghindari kerumunan setelah masa aturan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selesai.

Dengan adanya program tersebut, firstananda berharap dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Seperti memberikan pemahaman tentang ketentuan yang patut diikuti masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan publik di masa Pandemi Covid- 19.

Kemudian, mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik walaupun ditengah keterbatasan Pandemi.

Lalu, masyarakat dapat lebih bijak menaati aturan yang berlaku ketika sedang meminta pelayanan publik dan lebih waspada terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah serta bisa saling mengingatkan terkait bahayanya penyebaran Covid-19.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X