Beraksi di 11 Lokasi Jateng dan Jatim, 2 Residivis Asal Surabaya Ditangkap

- Rabu, 28 Juli 2021 | 06:15 WIB
Dua pencuri tengah jalani pemeriksaan di ruang Unit Reskrim Polsek Cepu, Polres Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
Dua pencuri tengah jalani pemeriksaan di ruang Unit Reskrim Polsek Cepu, Polres Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka.com - Dua residivis asal Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur ini, masing-masing  Junaidi dan Dimas Bayu Rahman Christanto, kena batunya saat “operasional” di wilayah hukum Polres Blora.

Keduanya dibekuk petugas gabungan dari Unit Reskrim Polsek Cepu dan  Tim Resmob Satreskrim Polres Blora.

Junaidi dan Bayu yang dalam pemeriksaan mengaku  sebelum ditangkap petugas telah beraksi melakukan pencurian di 11 lokasi (Jateng dan Jatim), dibekuk polisi saat berada di rumah kostnya, di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sepekan yang lalu.

Dijelaskan Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH, penangkapan berawal dari laporan pencurian dari Ahmad Faim, (43), warga Cepu, Sabtu (10/7/2021) yang rumahnya di Megalrejo, Kelurahan Balun.

Baca Juga: 321 Warga Dua Kelurahan Blora Terima BST dan Beras dari Bulog

Korban saat pulang dari toko, mendapati pintu gerbang rumahnya dalam keadaan terbuka dan kunci gembok sudah tidak ada.

Saat masuk ke rumah, pintu belakang dan pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka. Sementara itu diketahui lemari baju tempat menyimpan emas dan uang tunai dalam keadaan acak-acakan.

Selain itu, emas murni berbentuk koin, kalung emas berbentuk pipih dengan Bandul berbentuk daun, anting emas bayi, dan  uang tunai sebesar Rp 7 juta telah lenyap.

Baca Juga: Ikateka Undip Salurkan Oksigen Kemanusiaan untuk RS di Yogyakarta

Termasuk sebuah jam tangan pria merk Alexandre Christie warna hitam variasi kuning dan sebuah handphoe juga ikut raib. Dalam kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 27.800.000.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X