Pemkot Pekalongan Izinkan Warung Makan Buka hingga Pukul 21.00, Simak Aturannya

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:57 WIB
PPKM Level 4 Pemkot Pekalongan. /Dok. Jatengprov
PPKM Level 4 Pemkot Pekalongan. /Dok. Jatengprov

Khusus sektor kritikal, Aaf menjelaskan, pelaksanaan kerja dapat dilakukan secara penuh alias 100 persen dari jumlah karyawan. Bahkan, apotek dan toko obat didorong untuk membuka layanan selama 24 jam.

“Sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban dapat beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian. Bidang penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan terutama untuk kebutuhan masyarakat, distribusi pokok, makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak/ hewan peliharaan, pupuk, bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi (infrastruktur publik) dapat beroperasi 100 persen (jumlah) staf, ujarnya.

"Hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional diberlakukan maksimal 25 persen,” imbuhnya.

Ditambahkan, beberapa sektor diizinkan untuk beraktivitas dengan kapasitas maksimal 50 persen dari jumlah karyawannya, yakni sektor pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, dan perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor yang dibuktikan dengan contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan.

Baca Juga: Boks Vaksin Dilengkapi IoT, Kolaborasi Telkom-Technoplast Dukung Distribusi Vaksin Covid-19

“Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf, untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, serta 25 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran,” ungkap Wali Kota Aaf.

Selain sektor-sektor tersebut, lanjutnya, kegiatan di bidang nonesensial wajib menerapkan sistem bekerja dari rumah (work from home – WFH) sebanyak 100 persen dari jumlah karyawannya.

Bahkan, pembelajaran tingkat KB hingga perguruan tinggi tetap dilakukan secara daring. Pembatasan juga diberlakukan di tempat ibadah. Para pengelola tempat ibadah diimbau untuk tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan/peribadatan di dalam tempat ibadah.

Masyarakat diminta untuk mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di dalam rumah masing-masing.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020: Windy Cantika Aisah Sumbang Medali Pertama Indonesia

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X