Tanpa Pendapatan, Taman Kyai Langgeng Jual Tiket Pre Sale

- Jumat, 23 Juli 2021 | 15:11 WIB
TUTUP TOTAL: Salah satu sudut di objek wisata Taman Kyai Langgeng Kota Magelang yang tutup total selama berlakunya PPKM Darurat yang mengakibatkan tidak ada pendapatan sama sekali. (suaramereka.com/Asef Amani)
TUTUP TOTAL: Salah satu sudut di objek wisata Taman Kyai Langgeng Kota Magelang yang tutup total selama berlakunya PPKM Darurat yang mengakibatkan tidak ada pendapatan sama sekali. (suaramereka.com/Asef Amani)

 MAGELANG, suaramerdeka.com – Manajemen Perumda Objek Wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) berupaya tetap mendapat pemasukan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Utamanya pendapatan bagi para karyawan yang sangat terpukul dengan tidak beroperasinya TKL selama PPKM Darurat.

Direktur Utama Taman Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto mengatakan, pihaknya membuat terobosan dengan menjual tiket pre sale hanya seharga Rp 15.000/tiket. Normalnya, tiket masuk taman kebanggaan Kota Magelang itu Senin-Jumat Rp 24.000 dan Sabtu-Minggu Rp 30.000.

“Kita jual tiket pre sale ini sejak berlakunya PPKM Darurat pada 2 Juli 2021 lalu. Kita buat terobosan ini, karena selama PPKM Darurat dan diperpanjang menjadi PPKM Level 3-4 sampai 25 Juli 2021 kita tutup total, sehingga tidak ada pendapatan sama sekali,” ujarnya di kantornya, Jumat (23/7).

Baca Juga: Vaksinasi Massal Warga Ngabenrejo, Jemput Bola ke Pelosok Desa sambil Bagikan Sembako

Dia menuturkan, tidak adanya pendapatan sama sekali ini berdampak pada karyawan yang tidak bisa menerima gaji. Maka, dibuatlah kebijakan tiket pre sale ini dengan harga lebih murah yang bertujuan agar pada karyawan mendapatkan pemasukan.

“Tiket ini berlaku setelah PPKM selesai sampai 31 Desember 2021 mendatang. Setiap karyawan bebas menjual tiket ini ke calon pengunjung. Masing-masing karyawan membawa sekitar 500 lembar tiket,” katanya.

Arif menyebutkan, total karyawan di TKL sebanyak 115 orang ditambah karyawan yang mengelola wahana sebanyak 8 orang, sehingga total yang menjual tiket pre sale ini sebanyak 123 orang. Total tiket yang disediakan sekitar 7.000 lembar.

“Sampai saat ini dari laporan yang ada sudah terjual sekitar 1.800 lembar tiket. Karyawan mendapat Rp 5.000 per tiket, sedangkan Rp 10.000/tiket masuk ke kantor. Lumayan kan bagi yang bisa menjualnya bisa untuk pemasukan,” jelasnya.

Baca Juga: Kak Seto Minta Orang Tua Tetap Kedepankan Kepentingan Anak Meski Situasi Sulit

Penjualan tiket pre sale ini, dinilai Arif menjadi solusi yang tepat untuk kondisi saat ini. Apalagi, selama bulan Januari sampai Juli 2021 ini diperkirakan kerugian yang diderita TKL sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara kerugian selama tahun 2020 lalu mencapai Rp 5 miliar.

“Tiket pre sale ini program kita untuk jangka pendek. Untuk jangka menengah dan panjang, kita siapkan inovasi dan terobosan untuk pengembangan TKL ke depan. Salah satunya wisata virtual yang masih terus kita kembangkan teknologi dan sistemnya,” paparnya.

Menurut rencana, wisata virtual ini akan diluncurkan pada bulan September mendatang yang bertepatan dengan momen hari ulang tahun TKL. Selain itu, pihaknya juga merencanakan menghadirkan wisata malam dengan fasilitas glamping (glamour camping).

“Kita ingin TKL juga bisa untuk kegiatan malam hari. Glamping salah satunya yang coba kita siapkan tendanya yang lux dan fasilitas pelengkap lainnya,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X