Kado Hari Bhakti Adhyaksa, Jaksa Agung R Soeprapto Jadi Nama Jalan di Kota Pekalongan

- Kamis, 22 Juli 2021 | 20:13 WIB
Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, memecahkan kendi sebagai tanda diresmikannya nama Jalan Jaksa Agung R Soeprapto, di salah satu jalan protokol di Kota Pekalongan, Kamis (22/7). Foto : (suaramerdeka.com/Kuswandi)
Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, memecahkan kendi sebagai tanda diresmikannya nama Jalan Jaksa Agung R Soeprapto, di salah satu jalan protokol di Kota Pekalongan, Kamis (22/7). Foto : (suaramerdeka.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang pengabdian dharma bakti R Soeprato selama menjadi Jaksa Agung RI, Pemkot Pekalongan meresmikan pemberian nama R. Soeprapto menjadi sebuah nama jalan protokol yang berlokasikan di pertigaan Kawasan Lapangan Mataram (depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan).

Perubahan nama Jalan yang semula bernama Jalan Majapahit menjadi Jalan Jaksa Agung R Soeprapto ini diresmikan oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan,Sri Indarti, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Muhammad Azmi Basyir, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP M Irwan Susanto , Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin,STP, dan sejumlah Forkopimda lainnya, bertepatan dengan Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kamis (22/7).

Baca Juga: SMP Negeri 1 Pabelan, Pilot Proyek Sekolah Penggerak

Kajari Kota Pekalongan, Sri Indarti menjelaskan bahwa pemberian nama Jalan Jaksa Agung R Soeprapto ini bermula perintah dari Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin yang meminta jajarannya mendukung pengusulan Jaksa Agung ke-4 R Soeprapto sebagai pahlawan nasional.

Sebagai salah satu bentuk dukungannya adalah mengabadikan nama R Soeprapto menjadi sebuah nama jalan protokol di beberapa daerah, salah satunya di Kota Pekalongan.

Kajari Indarti menyebutkan, sosok Jaksa Agung R Soeprapto telah menghasilkan prestasi dan karya bagi pembangunan dan kemajuan bangsa negara dengan mempertahankan prinsip keadilan, kebenaran dan kejujuran, mengedepankan sikap profesional, proporsional dan berintegritas.

R Soeprapto mengawali karirnya sebagai hakim di berbagai daerah di Indonesia seperti di sebagai kepala Landraad Cheribon-Kuningan, menjadi pengagas hukum di Karesidenan Besuki, hingga menduduki jabatan sebagai Kepada Pengadilan Keresidenan Pekalongan pada Maret 1942. Kontribusi Soeprapto terus berlanjut setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia di Pengadilan Keresidenan Pekalongan hingga 1950.

“Di luar usulan penyematan gelar pahlawan nasional, Kejaksaan Agung sudah memberikan gelar kepada Soeprapto sebagai Bapak Poros Kejaksaan. Itu berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI No KEP-061DA/7/1967. Untuk di Kota Pekalongan,kami mengusulkan ke Walikota untuk mendukung perubahan nama dari Jalan Majapahit menjadi Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Kiprah R Soeprapto ini dulu track recordnya sebagai Jaksa Agung bahkan dalam peralihan kemerdekaan, juga sebagai anggota komite nasional Indonesia daerah antara perundingan dari pemerintah Jepang dan Indonesia,” terang Kajari Indarti.

Bertepatan dalam momentum Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 ini, pemberian R Soeprapto menjadi sebuah nama jalan protokol di Kota Pekalongan ini diharapkan jasa-jasanya dapat selalu terpatri di setiap sanubari, setiap generasi muda Indonesia khususnya menjadi role model bagi insan Adhyaksa serta seluruh aparat penegak hukum dan praktisi hukum untuk menjadikannya sebagai panutan dan suri tauladan dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Hal itu diharapkan menjadi percontohan bagi insan Adhyaksa, semoga penamaan Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto di Kota Pekalongan ini semakin menguatkan keikutsertaan jajaran Korps Adhyaksa untuk mewujudkan gelar pahlawan pada Almarhum Jaksa Agung R. Soeprapto.

Pada hari ini bertepatan dengan HUT Adhyaksa ke-61, dimana tadi pagi kami sudah melaksanakan upacara virtual dengan Jaksa Agung dan seluruh Korps Adhyaksa di Indonesia, dimana pesan Bapak Jaksa Agung berpesan insan Adhyaksa untuk senantiasa tanggap keadaan Darurat Pandemi Covid-19 ini, harus membantu Pemerintah Daerah dalam merealisasikan penyerapan anggaran Covid-19, dana bansos dan harus memakai hati nurani dalam menegakkan hukum secara humanis,” tegas Kajari Indarti.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Korupsi Parkir ABA Malioboro Segera Disidangkan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:52 WIB

DPRD Setujui Raperda RPJMD 2021-2026 dengan Catatan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 16:15 WIB

IKM Sleman Galang Donasi bagi Tim Pemulasaraan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:34 WIB

Efisiensi, Seluruh Kendaraan Dinas Pakai Pertamax

Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:44 WIB
X