Ketika Nasib Pembudidaya Tak Semujur Pengusaha Oleh-oleh Bandeng : LPMUKP Oase di Tengah Pandemi 3- Habis

- Kamis, 22 Juli 2021 | 15:01 WIB
           Salah seorang anggota Kelompok Makmur Jaya menyebar probiotik sebagai pupuk pada tambak saat mengikuti sekolah lapang yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Demak, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hartatik )
Salah seorang anggota Kelompok Makmur Jaya menyebar probiotik sebagai pupuk pada tambak saat mengikuti sekolah lapang yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Demak, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hartatik )

Dikatakan, saat pencairan, penerima manfaat kredit LPMUKP ini hanya dikenakan biaya provisi 1% dari nilai pinjaman. Adapun biaya provisi ini sepenuhnya masuk ke rekening BLU LPMUKP.

Sementara itu, Direktur LPMUKP Syarif Syahrial tidak menampik bahwa usaha di sektor kelautan dan perikanan masih dipandang sebelah mata oleh perbankan. Sebab sektor usaha itu dianggap berisiko tinggi. Selain itu, masyarakat kelautan dan perikanan memiliki tingkat literasi yang rendah dalam mengakses permodalan di bank komersial. Terlebih lagi, sekitar 85 persen pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan berskala mikro dan kecil.

“Sebagai BLU, kami diminta fokus memfasilitasi permodalan pada pelaku usaha yang belum mendapatkan akses kredit komersial lainnya dari perbankan,” ujar Syarif.

Hingga kini, LPMUKP memiliki 236 titik lokasi layanan pendampingan yang tersebar di 358 kota/kabupaten se-Indonesia. Adapun usaha yang dibiayai LPMUKP meliputi usaha penangkapan dan pembudidayaan ikan, usaha garam rakyat, pengolahan dan pemasar hasil perikanan, serta usaha masyarakat pesisir lainnya.

Menurut laporan yang dipublikasi oleh LPMUKP, sejak November 2017 hingga akhir Mei 2021, lebih dari 21 ribu orang telah menjadi pemanfaat dana bergulir LPMUKP. Pada periode yang sama, LPMUKP telah memberikan persetujuan dan pencairan dana bergulir hampir Rp 842 miliar.

Lebih lanjut, pihaknya tidak hanya memfasilitasi para pelaku usaha yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga melakukan pendampingan.

“Kami berharap program ini mampu mendukung program pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah, terlebih bisa menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terutama pada sektor usaha perikanan dan kelautan,” tukasnya

Liputan mendalam ini bagian dari program “Banking Journalism Academy” yang diselenggarakan AJI Indonesia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berdayakan Umat, NU Kebumen Kembangkan Pertanian

Minggu, 19 September 2021 | 21:50 WIB

Banyak Petani Frustasi, Pemerintah Beri Pelatihan

Minggu, 19 September 2021 | 19:20 WIB

Pola Vaksinasi Jemput Bola, Sediakan Ayam untuk Hadiah

Minggu, 19 September 2021 | 15:35 WIB

HUT Ke-76, PMI Sleman Siapkan Berbagai Inovasi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:45 WIB

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X