Tersangka Korupsi Bank Jogja Bertambah Jadi 5 Orang

- Kamis, 22 Juli 2021 | 14:45 WIB
Logo Bank Jogja./Bank Jogja
Logo Bank Jogja./Bank Jogja

"Belum tahu apakah persidangannya dibarengkan atau tidak antara perkara korupsi dan pencucian uang. Tapi biasanya digabung," ucap Edi.

Dari hasil audit, potensi kerugian negara dalam kasus ini cukup fantastis, mencapai lebih dari Rp 27 miliar.

Perkaranya sendiri bermula dari penandatangan MoU antara Bank Jogja dengan pimpinan cabang Transvision Yogyakarta pada 15 Agustus 2019.

Berdasar nota kesepahaman tersebut kemudian dikucurkan kredit pegawai kepada 168 karyawan Transvision.

Baca Juga: Peningkatan Daya Saing Pertanian, Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jadi Kunci

Besaran pinjaman yang diberikan bervariasi antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per debitur. Pembayarannya disepakati dengan sistem potong gaji.

Namun dalam perkembangannya, pada tahun 2020 ditemukan dugaan penyelewengan dengan modus pengajuan kredit fiktif.

Dari hasil pemeriksaan diketahui sebanyak 162 debitur ternyata bukan karyawan Transvision sehingga terjadi kredit macet.

Baca Juga: Vaksinasi Dosis 2 di Polres Kebumen, Warga Antusias Mengikuti

"Dokumen debitur diduga dipalsukan. Nota MoU juga dibuat tanpa sepengetahuan perusahaan pusat," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Guru PGSI Antusias Ikuti Program Perlindungan Sosial

Kamis, 23 September 2021 | 15:50 WIB
X