Klaster Rumah Tangga Meningkat Tajam, BIN Lanjutkan Vaksinasi <i>Door To Door</I>

- Rabu, 21 Juli 2021 | 18:46 WIB
Warga mengikuti vaksinasi dan menerima bansos dari BIN di Semarang, Jawa Tengah.(Foto Istimewa)
Warga mengikuti vaksinasi dan menerima bansos dari BIN di Semarang, Jawa Tengah.(Foto Istimewa)



SEMARANG, suaramerdeka.com - Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Badan Intelijen Negara (BIN) telah menyiapkan 3.000 vaksin dan 3.000 bantuan sosial untuk pelajar SMP-SMA dan warga di wilayah Jawa Tengah. Lembaga tersebut menggunakan sistem door to door agar target kekebalan komunal cepat tercapai.

Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi (Purn) Prof Dr Budi Gunawan SH MSi saat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan vaksinasi secara door to door, di Semarang, Rabu kemarin.

Vaksinasi door to door dilakukan di rumah tangga, karena klaster rumah tangga meningkat tajam, apalagi zona hitam, seperti Jawa Tengah (Jateng).

Baca Juga: BST Cair, Mekanisme Penyaluran Bansos Digodog

Pertimbangannya, perumahan padat penduduk dan masih minim terjangkau program vaksinasi karena keterbatasan akses mereka dan pemberlakuan PPKM Darurat. Mereka takut keluar rumah untuk mengatasi atau mendatangi kerumunan.

BIN mengadopsi sistem door to door ini dari beberapa negara, seperti di Afrika, Jorgia, Eropa, Philipina, termasuk Amerika Serikat. Ternyata program tersebut paling efektif, bisa menjangkau sampai 59 -70 persen masyarakat secara keseluruhan di negara masing-masing. Diharapkan hal ini juga terjadi di Indonesia.

''Hari ini, kami turun di Jawa Tengah, seperti sebelumnya di Jawa Barat dan Baten yang juga serentak di lima provinsi lainnya, yaitu Jawa Barat, Banten, Kalimantan Timur, Riau, dan Sulawesi Selatan. Semuanya merupakan daerah spot merah, tapi angka vaksinasi masih minim,'' jelas Budi Gunawan.

Baca Juga: Tabung Oksigen Palsu Beredar Ancaman Bagi Pasien Corona

Harus Proaktif

Menurutnya, vaksinasi penting dan masyarakat jangan termakan ucapan-ucapan yang muncul di medsos dari beberapa orang yang sangat menyesatkan. Virus Covid-19 nyata dan sudah memakan banyak korban. Bukan hanya di Indoneia, semua negara mengalami sehingga masyarakat harus pro aktif mengikuti vaksinasi. Vaksinasi minimal tercegah dari kematian dan memperbesar kemungkinan bisa sembuh.

''WHO menegaskan pandemi masih panjang dan berujung menjadi penyakit musiman. Karena itu, kita harus terus mengantisipasi dengan menerapkan prokes dan segera vaksin untuk meningkatkan imun,'' tandasnya.

Budi Gunawan berharap seluruh masyarakat disiplin dalam protokol kesehatan (prokes). Tak kalah penting, menggunakan masker, bahkan bisa dobel karena ada varian baru, penularannya cepat, lebih ganas, dan bisa tembus di beberapa masker yang tipis, sehingga penerapan protokol kesehatan sebagai kunci pencegahan. Ia juga mengingatkan menghindari kerumunan lebih dari lima orang, termasuk menjaga jarak.

Pemerintah, imbuhnya, sangat peduli kesehatan masyarakat. Ia minta warga saling bahu membahu mendukung pemerintah, bersatu,menghadapi pandemi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30.000 Desa Nikmati Program Pamsimas

Selasa, 21 September 2021 | 22:04 WIB

Penyandang Disabilitas Fisik Terima Bantuan Kemensos

Selasa, 21 September 2021 | 14:25 WIB

Selama Pandemi Pelanggaran Lalu Lintas Turun

Senin, 20 September 2021 | 21:53 WIB
X