Kejar Target Vaksinasi, BIN Bantu Proses Percepatan

- Minggu, 18 Juli 2021 | 21:15 WIB
Budi Gunawan blusukan ke kampung menyerahkan bantuan sekaligus memantau percepatan vaksinasi.(Foto: ist)
Budi Gunawan blusukan ke kampung menyerahkan bantuan sekaligus memantau percepatan vaksinasi.(Foto: ist)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Intelijen Negara (BIN ) melakukan aksi langsung terjun ke lapangan melakukan vaksinasi sekaligus memberikan 10.000 bantuan sosial berupa sembako termasuk vitamin secara door to door serentak di beberapa wilayah.

''Sesuai perintah Presiden, BIN melaksanakan vaksinasi door to door dan pembagian bantuan sosial sebanyak 10. 000 paket termasuk vitamin di empat kota lain,'' ujar Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Prof Dr Budi Gunawan SH MSi.

Ia menjelaskan, vaksinasi door to door yang dilakukan BIN merupakan salah satu upaya akselerasi program vaksinasi tiga juta dosis per hari. Targetnya, herd immunity (kekebalan komunal) mencapai 70 persen pada akhir tahun 2021.

Baca Juga: Salat Iduladha di Wilayah PPKM Perlu Koordinasi dengan TNI, Polri dan Pemda

Aksi vaksinasi massal untuk kalangan dewasa dan pelajar SMP, SMA dilakukan serentak beberapa titik di Jawa Barat,  Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Riau. Daerah-daerah tersebut merupakan zona merah persebaran Covid-19.

Door to door vaksin yang dilakukan BIN mengadopsi metode vaksinasi yang digunakan beberapa negara seperi AS dan India. Ini merupakan solusi yang efektif dan efisien yang dapat membantu menekan laju penyebaran Covid-19.

Budi Gunawan menjelasakan kegiatan diawali dari Jawa Barat, dan lima daerah lainnya di Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau. Door to door vaksinasi dan sekaligus pembagian sembako yang dilakukan BIN dengan pendekatan langsung kepada masyarakat merupakan solusi yang efektif dan efisien menekan laju penyebaran covid-19.

''Pembagian sembako sekaligus metode vaksinasi jemput bola mampu meningkatkan partisipasi warga dalam melaksanakan vaksinasi. Karena metode ini terbukti dapat menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses vaksin. Selain itu dapat pula menjangkau individu yang takut keluar rumah untuk menghindari tertular Covid-19,'' paparnya.

Ia menegaskan, pembagian bansos berupa sembako dapat sedikit meringankan kesulitan akibat dampak pandemi. Pandemi menurutnya memiliki efek dramatis pada kesejahteraan banyak keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Kelas Bahasa Indonesia Diminati Pengusaha India

Bagi keluarga yang rentan, hilangnya penghasilan akan berakibat pada meningkatnya kemiskinan, anak-anak yang akan mendapat asupan gizi lebih sedikit, dan berkurangnya akses kesehatan untuk hal-hal di luar Covid-19.

''Kami berharap pembagian bansossedikit meringankan beban keluarga yang terdampak Covid-19,'' tandas Budi Gunawan.

Ia juga mengingatkan supaya masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan bergotong royong saling bahu membahu menyisihkan rezekinya berbagi ke saudara-saudara lainnya agar pandemi segera berakhir.

Halaman:
1
2

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X