Diklat Srondol dan Asrama Haji Jadi RS Darurat Covid-19

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 07:15 WIB
Kawasan asrama haji Donohudan disemprot disinfektan. Foto: SM/Dok
Kawasan asrama haji Donohudan disemprot disinfektan. Foto: SM/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kompleks BPSDMD atau Diklat Jawa Tengah di Kota Semarang dan Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali dikonversi menjadi rumah sakit darurat Covid-19.

Selain itu beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov Jateng juga akan dikonversi menjadi rumah sakit khusus Covid-19.

"Ada dua cara menyiapkan rumah sakit Covid-19. Pertama mengkonversi rumah sakit yang kita miliki untuk dijadikan rumah sakit khusus Covid-19. Kedua, kita siapkan dua tempat di Asrama Haji Donohudan dan Diklat Pemprov di Srondol untuk dikonversi menjadi rumah sakit darurat," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemarin.

Baca Juga: Kanwil Kemenag Siapkan Naskah Khotbah, Tiga Masjid Tiadakan Shalat Iduladha

RSUD yang sudah pasti dikonversi menjadi rumah sakit khusus Covid-19 adalah RSUD Tugurejo di Semarang. Rumah sakit itu dikonversi 100 persen untuk penanganan Covid-19. Namun masih ada dua layanan yang diterima di rumah sakit itu yaitu hemodialisa dan kanker.

"Kota akan pakai Rumah Sakit Tugurejo Semarang, 100 persen. Terus RSUD Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa di Solo juga akan dikonversi 75 persen untuk rumah sakit Covid-19 karena rujukan untuk penyakit lain masih banyak di rumah sakit itu. Kita optimalkan untuk tiga rumah sakit milik provinsi ini," kata Ganjar.

Ganjar juga mendorong masing-masing kabupaten/kota untuk menyiapkan satu rumah sakit khusus Covid-19. Terkait hal ini beberapa daerah sudah dalam proses mengkonversi rumah sakit.

"Saya berharap ada juga rumah sakit milik kabupaten/kota yang dikasihkan untuk rumah sakit khusus Covid-19," katanya.

Baca Juga: Vaksinasi Ketiga Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Sementara untuk konversi Diklat Srondol dan Donohudan menjadi rumah sakit darurat Covid-19 sedang dalam proses.

Ganjar mengatakan visitasi dari Kementerian Kesehatan untuk Diklat Srondol sudah dilakukan.

"Menteri PUPR sudah komunikasi dengan saya, terus kemudian rapat dengan Pak Luhut sudah oke. Secepatnya kita siapkan itu," jelas Ganjar.

Adapun kapasitas tempat tidur untuk dua tempat itu masing-masing Diklat Srondol memiliki 554 tempat tidur dan Asrama Haji Donohudan 872 tempat tidur. Saat ini dua tempat tersebut masih digunakan sebagai tempat isolasi terpusat.

"Kalau itu nanti sudah menjadi rumah sakit darurat dan ada pasien dengan klasifikasi berat harus dirawat bisa dimasukkan di situ. Untuk tempat isolasi terpusat kita masih punya banyak kok, jadi isolasi mandirinya bisa digeser atau dipindahkan ke tempat lain, kita carikan tempat," kata Ganjar.

Ganjar menambahkan, terkait kebutuhan sumber daya manusia di rumah sakit darurat Covid-19, ia sudah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan dan berharap ada dukungan dari kementerian untuk tersebut.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X