Melawan Covid-19 Tak Perlu Dasar Hukum, Ekonom UGM: Kita Tengah Perang

- Jumat, 16 Juli 2021 | 08:48 WIB
Rimawan Pradiptyo. (suaramerdeka.com / dok)
Rimawan Pradiptyo. (suaramerdeka.com / dok)

R YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - yang mengharubiru dunia ini belum diketahui kapan akan lenyap. Tak mengenal latar sosial, budaya, dan gender maupun usia, Covid-19 telah terbukti menyerang siapa saja.

Tidak sedikit yang kemudian berujung pada kematian. Tikaman virus corona yang terus menerus tersebut, mengganggu semua sendi kehidupan, mengisyaratkan sebuah proses peradaban baru.

“Delta sigma delta. Perubahan besar adalah kumpulan dari perubahn-perubahan kecil,’’ tutur pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UGM Yogyakarta, Rimawan Pradiptyo (51).

Baca Juga: Banyak Keluhan Warga, Wali Kota Semarang Akan Evaluasi Pemadaman PJU

Suka atau tidak, perubahan yang diwarnai dengan kegetiran dan ancaman bertubi-tubi di mana-mana itu, harus disikapi dengan sikap dan tindakan nyata.

“Semua bisa terpapar, dan siapa pun bisa mati oleh Covid-19. Karena itu, kita perlu melawan,’’ ujarnya kepada suaramerdeka.com.

Ekonom itu mengingatkan, perang melawan Covid-19 tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah.

“Tidak perlu legal standing (dasar hukum) untuk ikut terjun berperang. Dan, karena kita tengah perang, sudahlah tidak perlu bicara tentang ekonomi dulu. Kesehatan yang pertama dan utama,’’ tukasnya.

Baca Juga: Blora Targetkan 687.730 Dosis Vaksin untuk Warga Berbagai Kalangan

Bertolak dari keprihatinan tersebut, Rimawan kemudian menginisiasi warga masyarakat untuk berhimpun membangun jaringan dalam melakukan perlawanan terhadap Covid-19.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT Ke-76, PMI Sleman Siapkan Berbagai Inovasi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:45 WIB

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X