PWI Purworejo Aktifkan Program Jogo Wartawan, Saling Menguatkan di Masa Pandemi

- Kamis, 15 Juli 2021 | 20:22 WIB
SERAHKAN BANTUAN : Tim jogo wartawan PWI Purworejo menyerahkan bantuan kepada keluarga korban di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. (foto : SM/Aris Himawan)
SERAHKAN BANTUAN : Tim jogo wartawan PWI Purworejo menyerahkan bantuan kepada keluarga korban di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. (foto : SM/Aris Himawan)

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purworejo mengakitfkan gerakan Jogo Wartawan di masa pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan cara penggalangan dana untuk keluarga wartawan dan sastrawan senior Atas Sampurno Danusubroto yang meninggal di RSUD Dr. Tjitrowardoyo Purworejo akibat Covid-19.

Mendiang Atas Sampurno Danusubroto sejauh ini dikenal sebagai wartawan dan sastrawan senior di Kabupaten Purworejo. Pria yang lahir April 1949 tutup usia di umur 72 tahun.

Meninggalkan satu istri, tiga anak, enam cucu serta satu cicit. Jenazahnya dimakamkan dengan protokol kesehatan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Bubutan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (14/7) sore.

Baca Juga: Beri Bantuan Beras bagi Warga Terdampak PPKM Darurat, Bupati Tegal: Mudah-mudahan Bermanfaat

Sosok kelahiran Kabupaten Cilacap ini sudah puluhan tahun berprofesi sebagai wartawan dan penulis sastra. Beberapa karya sudah berhasil dilahirkan baik dalam bentuk cerpen maupun novel.

"Almarhum sudah mengeluh sakit sejak Kamis (8/7). Setelah dilarikan ke puskesmas Senin (12/7), kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Tjitrowardojo. Anak-anak merantau semua, yang satu di Sumbawa, dua di Lombok dan saya sekarang di rumah bersama cucu dan buyut (cicit)," ucap istri (Alm) Atas Danusubroto, Sri Sayekti (71) saat ditemui perwakilan PWI Purworejo di rumah duka, kemarin (15/7).

Ketua PWI Purworejo, Aris Himawan SH mengungkapkan, almarhum adalah wartawan senior dan sempat bekerja di beberapa media. Terakhir almarhum berstatus wartawan majalah legalitas. Almarhum juga dikenal sebagai ahli sejarah, khususnya sejarah budaya Purworejo. "Purworejo jelas kehilangan sosok beliau," ungkapnya.

Dijelaskan, terkait Program Jogo Wartawan merupakan penjabaran dari Jogo Tonggo yang selama pandemi Covid-19 telah dicanangkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ketua PWI Jateng juga sudah mengeluarkan himbauan agar semua PWI Kabupaten/Kota mengaktifkan program Jogo Wartawan.

"Kami jalan program Jogo Wartawan di Kabupaten Purworejo, kali ini kami melakukan penggalangan dana untuk santunan paket sembako dan uang tunai kepada keluarga Almarhum. Kami harus saling menguatkan di tengah pandemi ini," jelasnya.

Aris mengimbau, seluruh wartawan di Kabupaten Purworejo khususnya yang tergabung dalam PWI untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menjalankan tugas peliputan dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatahan.

Baca Juga: Semangati Disabilitas, BLBI Abiyoso Salurkan Bantuan ATENSI untuk Modal Usaha

"Tidak ada berita seharga nyawa, jika terpaksa tidak harus tatap muka atau datang kelokasi dengan tetap memedomani kaidah dan etika jurnalistik," harapnya.

Koordinator Jogo Wartawan PWI Kabupaten Purworejo, Marnie menambahkan, jika ada wartawan atau keluarganya yang tengah menjalani isolasi mandiri, PWI Kabupaten Purworejo selalu siap membantu. Program Jogo Wartawan memang diaktifkan sebagai bentuk kepedulian sesama insan media di masa pandemi Covid-19 ini.

"Teman-teman jurnalis upayakan selalu sehat, berhati-hatilah saat peliputan berita. Prokes 5M wajib diterapkan. Dobel masker sebisa mungkin hindari kerumunan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X