Perlu Skala Prioritas, Produksi Oksigen Banyak untuk Industri

- Kamis, 15 Juli 2021 | 17:44 WIB
Rektor UGM, Prof Panut Mulyono (suaramerdeka.com/dok)
Rektor UGM, Prof Panut Mulyono (suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Persediaan oksigen di berbagai daerah harus segera diatasi. Sebenarnya persediaan oksigen di Indonesia cukup besar namun sebagian besar untuk kepentingan industri dan hanya sebagian kecil untuk kesehatan.

''Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menjawab kelangkaan pasokan oksigen terutama di rumah sakit yakni optimalisasi kapasitas unit-unit produksi yang ada di dalam negeri yang saat ini baru beroperasi 74 persen dari kapasitas terpasang. Sebanyak 72 persen dari produk yang ada digunakan untuk kepentingan industri dan hanya 28 persen untuk kebutuhan medis,'' ungkap pakar kimia yang juga Rektor UGM, Prof Panut Mulyono.

Selain optimalisasi, ia menjelaskan meningkatnya kebutuhan oksigen yang sangat besar akibat melonjaknya pasien Covid-19, menerima bantuan oksigen dari negara sahabat dan impor oksigen menjadi keniscayaan demi menyelamatkan banyak orang.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan TNI Distribusikan Paket Obat Covid-19 Gratis dari Pemerintah

Panut menuturkan untuk kondisi normal sebenarnya pasokan oksigen saat ini tidak ada masalah. Kecuali digunakan di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, oksigen juga banyak dipakai di blast furnace untuk pembuatan baja. Oksigen merupakan komponen penting dalam sintesis zat-zat kimia seperti ammonia, alkohol, dan berbagai jenis bahan plastik.

''Oksigen dan asetilen juga digunakan dalam pengelasan dan metal cutting karena dapat menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Bahan bakar roket bisa dari oksigen cair dengan suhu di bawah minus 183 derajat Celsius),'' paparnya.

Beberapa Cara

Panut mengatakan untuk memproduksi oksigen tidak mudah apalagi dalam skala produksi rumahan. Hal ini cukup berdasar karena produksi oksigen pada prinsipnya memisahkan oksigen yang ada di udara dari zat lain yaitu nitrogen dan argon. Udara terdiri atas 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, dan 1 persen argon.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pungutan Suara Pemilihan Lurah Serentak di Sleman Diundur

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT Ke-76, PMI Sleman Siapkan Berbagai Inovasi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:45 WIB

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X