Kirim Surat Terbuka ke Bupati, Karang Taruna Kritik Penanganan Covid-19 di Rembang

- Rabu, 14 Juli 2021 | 19:13 WIB
BATASI MOBILITAS : Personel Polres Rembang selama PPKM Darurat terus melakukan penyekatan kepada sejumlah pengendara untuk membatasi mobilitas dengan harapan bisa mencegah menekan kasus Covid-19. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
BATASI MOBILITAS : Personel Polres Rembang selama PPKM Darurat terus melakukan penyekatan kepada sejumlah pengendara untuk membatasi mobilitas dengan harapan bisa mencegah menekan kasus Covid-19. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)



REMBANG, suaramerdeka.com – Karang Taruna Kabupaten Rembang menyampaikan kritik atas penanganan dan penanggulangan Covid-19 oleh Pemkab Rembang.

Kritik disampaikan melalui surat terbuka ditujukan kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz, dengan tembusan Presiden Joko Widodo hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Kritik disampaikan antara lain karena masih tingginya kasus Covid-19 selama PPKM Darurat. Kritik tersebut salah satunya terkait penanganan pasien terindikasi Covid-19 yang seharusnya dilakukan mulai tingkat desa.

Baca Juga: Dapat Hibah 5,9 Ha Lahan dari Pemkab Bangli, UHN IGB Sugriwa Siap Cetak SDM Hebat

Atas dasar itu, Karang Taruna mengusulkan agar Pemkab Rembang mengoptimalkan fungsi Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) sebagai pintu pertama penanganan warga sakit.

Selama ini, pemantauan Karang Taruna, belum ada fungsi tersebut dilakukan Puskesdes. Bahkan, Karang Taruna juga melihat ada beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) di Rembang yang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang, Achmad Rif’an menyatakan, seharusnya penanganan Covid-19 oleh Pemkab Rembang dimulai dari hulu atau desa, melalui Puskesdes. Mekanismenya, Puskesdes bisa melayanai warga desa 24 jam, dengan petugas setidaknya 4 orang dibagi dalam 3 waktu.

Harapan Karang Taruna, warga yang merasa sakit dan bergejala awal mengarah kepada Covid-19 bisa segera periksa ke Puskesdes sejak awal dan sewaktu-waktu. Sehingga warga yang sakit tidak semakin parah, karena tidak mendapatkan pengobatan dan takut ke rumah sakit.

Kritik Membangun

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X