Keren, Pesantren Tahfidz Al-Qur'an MAJT Mulai Beroperasi 22 Oktober, Inilah Syaratnya

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:45 WIB
Proses penandatanganan perjanjian kerja sama pendirian Pesantren Tahfidz Al-Qur’an antara KH Ahmad Darodji dan Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad di MAJT, Jalan Gajah Raya Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok MAJT)
Proses penandatanganan perjanjian kerja sama pendirian Pesantren Tahfidz Al-Qur’an antara KH Ahmad Darodji dan Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad di MAJT, Jalan Gajah Raya Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok MAJT)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pondok pesantren (Ponpes) tahfidz Al-Qur'an Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang digagas pimpinan MAJT bersama Baznas Jateng dalam waktu dekat akan mulai beroperasi.

Proses pendidikan di Ponpes yang berlokasi di kompleks MAJT itu akan dimulai pada 22 Oktober 2022 mendatang, bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN).

Pesantren yang didirikan PP Masjid Agung Jawa Tengah dan Baznas Jawa Tengah, menargetkan jumlah santri di tahun awal sebanyak 72 orang.

Penandatangan perjanjian kerja sama antara PP MAJT dan Baznas Jateng, dilaksanakan pada Sabtu (27/8) sore di MAJT, antara Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad dengan Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji.

Baca Juga: Empat Pengedar Narkoba Dibekuk di Tegal, Polres Ungkap 29 Kasus, Total sudah Tangkap 43 Pelaku

Turut menyaksikan penandatanganan sesepuh Jawa Tengah KH Ali Mufiz. Selanjutnya dari PP MAJT, KH Hanief Ismail, KH Muhyiddin, KH Istajib AS, KH Muhammad Syaifudin, KH Eman Sulaeman, KH Nur Hadi, KH Nur Khoirin dan H Isdiyanto Isman. Sedangkan dari Baznas Jateng hadir KH Zaen Yusuf, dan KH Ahyani.

Ketua PP MAJT Prof Dr Noor Achmad yang juga Ketua Baznas RI mengatakan, kerja sama mendirikan pesantren tahfidz Al-Qur’an antara PP MAJT dengan Baznas Jawa Tengah, sebagai upaya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an sekaligus menyiapkan calon imam di masjid-masjid besar di daerah.

Dalam perjanjian kerja sama yang disepakati, para santri diupayakan di tahun pertama sebanyak 70 orang.

"Mereka berasal dari daerah-daerah di Jateng yang rekrutmennya dilaksanakan Baznas kabupaten/kota. Kami harapkan setiap Baznas diharapkan dapat mengirim minimal satu santri," kata Prof Noor Achmad, kemarin.

Baca Juga: Dalam Rekonstruksi, Brigadir J Sempat Memohon ke Bharada E

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X