Sebulan Terakhir, 299 Warga Blora Meninggal Akibat Covid -19

- Selasa, 13 Juli 2021 | 06:30 WIB
Petugas dari Satlantas Polres Blora tengah mengawal oksigen untuk memenuhi kebutuhan  Rumah Sakit Umum Daerah R. Soetijono Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
Petugas dari Satlantas Polres Blora tengah mengawal oksigen untuk memenuhi kebutuhan  Rumah Sakit Umum Daerah R. Soetijono Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka.com – Jumlah warga Blora yang meninggal akibat terpapar Covid -19 dalam sebulan terakhir (11 Juni – 12 Juli 2021) mencapai hampir 3.00 orang.

Tepatnya 299 orang warga Blora yang meninggal akibat terpapar Covid, baik meninggal di rumah maupun dalam perawatan di rumah sakit.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Edy Widayat tidak menampik angka kematian di Blora akibat Covid-19 tersebut.

"Angka kematian itu artinya yang benar-benar terpapar lho, jadi tidak setiap warga yang meninggal lantas dikatakan korban akibat terpapar Covid-19," jelasnya, Senin (12/07/2021).

Baca Juga: Cek Dapur Umum, Risma Pastikan Kebutuhan Nutrisi bagi Nakes dan Petugas Lapangan Terpenuhi

Camat Todanan itu menyebut, akhir-akhir ini angka kematian Covid-19 di Blora berkisar 13 hingga 15 orang di setiap harinya, di mana tertinggi di angka 17 orang.

Dari monitoring data Covid-19 Kabupaten Blora, per Minggu (11/07/2021) pukul 12.12 WIB, jumlah positif Covid-19 tembus di angka 10.635, dan dari jumlah kasus yang ada sembuh 9.277 orang.

Meninggal total mencapai  694 orang, dirawat di rumah sakit sebanyak 136 orang dan yang menjalani isolasi mandiri sejumlah 528 orang.

Soal ketersediaan oksigen, menurut Edy Minggu malam sempat ada keterlambatan gara-gara ada gardu listrik di Kendal ada yang rusak, hanya saja kondisi itu bisa segera teratasi.

Baca Juga: Hari Koperasi ke-74, Primkopti Salatiga Bagikan Masker di Pasar

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X