PPKM Darurat Berakhir, Kudus Tetap Batasi Mobilitas Warga dan Perketat Prokes

Red
- Senin, 12 Juli 2021 | 18:44 WIB
Bupati Kudus Apresiasi Isolasi Terpusat di Desa untuk OTG/Foto Jatengprov.go.id
Bupati Kudus Apresiasi Isolasi Terpusat di Desa untuk OTG/Foto Jatengprov.go.id


KUDUS, suaramerdeka.com - Meskipun Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berakhir, Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tetap akan menegakkan protokol kesehatan (prokes) serta mengurangi mobilitas warga, demi menjaga agar kasus COVID-19 tidak mengalami kenaikan.

"Kebijakan yang dinilai efektif menekan kasus COVID-19 tentunya akan dipertahankan, termasuk membatasi kapasitas pengunjung di pusat perbelanjaan serta tempat-tempat kuliner hanya melayani bungkus," kata Bupati Kudus HM. Hartopo, saat menjadi pembicara pada acara Bincang Virtual ANTARA Kita dengan tema "Penanganan COVID-19 di Kudus" yang diselenggarakan Perum LKBN ANTARA Biro Jateng, Senin.

Penarapan jam malam yang sudah berlangsung baik sebelum PPKM darurat maupun setelahnya juga akan menjadi pertimbangan untuk tetap diterapkan, termasuk "check point", ungkapnya.

Baca Juga: Pikir-Pikir Keluar Malam saat PPKM Darurat, Lampu Jalan Bakal Dimatikan, Hendi: Kurangi Mobilitas Warga

Di wilayah terkecil sekalipun, kata dia, tetap akan digerakkan untuk memantau kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan agar penyebaran kasus benar-benar bisa ditekan menjadi lebih rendah dari sekarang ini tercatat hanya 530 kasus aktif COVID-19.

Kasus COVID-19 tertinggi terjadi pada tanggal 12 Juni 2021 dengan total kasus aktif sebanyak 2.342 kasus, sedangkan kasus hariannya mencapai 500 kasus dan angka kematian per harinya 34 kasus, sedangkan BOR isolasi COVID-19 di hampir semua rumah sakit hampir 100 persen.

Baca Juga: Asyik Pesta Sabu, Empat Orang di Purbalingga Diamankan

Sementara titik terendah terjadi pada bulan April 2021 dengan kasus aktif 50-an kasus dan tidak ada yang dirawat di rumah sakit.

Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Kabupaten Kudus, lanjut Hartopo, tidak terlepas dari tradisi saling mengunjungi dan silaturahim saat Lebaran, serta adanya kerumunan di beberapa tempat menjelang Lebaran, sedangkan masyarakatnya masih banyak yang abai prokes.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB
X